Wanita dan Uang: Rahasia Berhemat
Oleh Dra. Rina Dewi Lina MM. CFP® - Jakarta, Indonesia
Anggota WOL
(
Mailing List, Forum, MP)

Pertanyaan yang sering saya ajukan ketika saya mengadakan in-house training kepada peserta adalah: “Sudah berapa lamakah anda berumah tangga atau bekerja? Bila jawabnya lebih dari 10 tahun, saya akan bertanya lagi: “Selama 10 tahun bekerja atau berumah tangga, apakah sekarang anda mempunyai uang sebesar Rp 150.000.000,-? yang seringkali dijawab dengan “boro-boro punya uang segitu” sambil diikuti senyum yang lebar.

Sebagai wanita yang sering disebut sebagai menteri keuangan di rumah, kita perlu mengatur keuangan untuk masa depan. Masa depan keluarga berada ditangan kita.

Sebagai wanita, kita perlu untuk menabung lebih banyak dibandingkan laki-laki dengan beberapa alasan—sebagian besar wanita lebih sering masuk dan keluar tempat bekerja dan tingkat harapan hidup wanita yang lebih tinggi (Daniel J. Kruger, peneliti di U-M School of Public Health and the Institute for Social Research 1). Untuk itulah, upaya menabung sangatlah penting untuk kesejahteraan wanita itu sendiri.

Tentunya, diperlukan adanya kerja keras dan disiplin yang tinggi untuk menumbuhkan kebiasaan menabung , apalagi jika toko-toko maupun mall-mall yang kita kunjungi selalu menawarkan diskon cantik barang-barang kesukaan kita—separtu dan tas model terbaru—yang sulit untuk diabaikan. Sehingga, uang yang seharusnya dapat kita sisihkan setiap bulan secara rutin akan habis tak tersisa.

Marilah kita telusuri bagaimana kita menghabiskan uang yang seharusnya bisa disisihkan.

Wanita Pekerja

Hari Senin - Kamis :
berangkat dan pulang kerja bersama dengan suami (lumayan ngirit ongkos); makan siang bersama dengan teman-teman kantor ke kantin, biasanya mengeluarkan biaya antara Rp 15.000,- – Rp 20.000,- sekali makan.

Hari Jumat (hari gaul) :
berangkat dan pulang kerja bersama dengan suami, makan siang dikantin. Sore sudah ada janji untuk kongkow dengan teman di kafe. Ngopi dan snack atau makan malam; biaya antara Rp 50.000,- – Rp 100.000,-

Hari Sabtu :
Tidak bekerja, inilah saatnya bercengkrama dengan keluarga. Jalan-jalan dengan anak-anak, memenuhi permintaan anak-anak—beli mainan, mengunjungi mall baru, beli baju anak yang sedang trend, atau membeli keperluan sendiri. Bila biaya makan dan minum dengan keluarga saja menghabiskan antara Rp 100.000,- – Rp 200.000,-, maka jika ditambah dengan belanja lainnya, mungkin akan mencapai Rp 500.000,-.

Hari Minggu :
“istirahat ah, kan senin kerja lagi”, atau jalan-jalan setengah hari dengan keluarga. Istirahat di rumah, bikin makanan kesukaan anak-anak sambil bercengkrama.

Ibu Rumah Tangga

Hari Senin – jumat :
Mengantar anak sekolah, sambil menunggu ngobrol dengan ibu-ibu yang menunggu anak sekolahnya juga. Ada yang menawarkan dagangan—kalau ditolak terus, enggak enak juga, ya udah ambil aja deh—bayarnya nyicil kok Rp 50.000,- per bulan—padahal belum tentu barang ini diperlukan— Sambil menunggu terasa haus dan tergoda dengan dagangan di sekolah, akhirnya membeli makanan dan minuman—nggak seberapa kok, antara Rp 10.000,- – Rp 15.000,-. Kalau menunggu terlalu lama, jalan-jalan dulu ah ke mall dengan ibu-ibu yang lain, eh tanpa sengaja beli barang seharga Rp 10.000,- - Rp 5.000,-, pulangnya, bayar parkir sebesar Rp 2.000,-.

Hari Sabtu :
Wah anak-anak dan bapaknya libur, inilah waktunya untuk bercengkrama dengan keluarga. Jalan-jalan dengan anak-anak, memenuhi permintaan anak-anak (beli mainan, mengunjungi mall baru, beli baju anak yang sedang trend, atau membeli keperluan sendiri). Bila biaya makan dan minum saja dengan keluarga antara Rp 100.000,- – Rp 200.000,-, maka jika ditambah dengan belanja lainnya mungkin akan mencapai Rp 500.000,-.

Hari Minggu :
Waktunya istirahat, cape kan setiap hari antar jemput anak. Hari ini istirahat di rumah memasak masakan kesukaan anak-anak dan ayahnya.

Mari kita lihat berapa banyak uang yang bisa dihemat.

Wanita Bekerja

Hari Senin – Kamis,
kalau saja setiap minggunya bisa berhemat sebesar Rp 50.000,- artinya 3 hari membawa makanan dari rumah. Dalam seminggu bolehlah 2 kali makan di kantin biar enggak bosen, berarti pengeluaran sebulan sebesar Rp 150.000,-

Hari Jumat : kongkownya sebulan sekali aja, biar tetap gaul dengan temen-teman; berarti sudah bisa menghemat Rp 200.000,-

Hari Sabtu :
Jalan-jalan dengan anak-anak menjadi sebulan 2 kali saja, bisa digantikan dengan membuat acara di rumah yang menyenangkan—mengajak anak-anak ikut belajar masak, belajar internet, menyediakan mainan yang mendidik, membaca sambil menyajikan makanan-makanan kesukaan mereka; bisa menghemat sebesar Rp 500.000,- per bulan. Total dihemat sebulan sebesar Rp 750.000,-

Ibu Rumah Tangga

Hari Senin – Jumat :
Jemput anak-anak tepat waktunya, tidak usah banyak kongkow dengan ibu-ibu. Kongkownya sekali aja. Berarti bisa berhemat Rp 250.000,- dalam sebulan karena tidak sering juga ikut ke Mall.

Hari Sabtu :
Jalan-jalan dengan anak-anak menjadi sebulan 2 kali saja, bisa digantikan dengan membuat acara di rumah yang menyenangkan—mengajak anak-anak ikut belajar masak, belajar internet, menyediakan mainan yang mendidik atau membaca sambil menyajikan makanan-makanan kesukaan mereka; bisa menghemat uang sebesar Rp 500.000,- per bulan.

Hari Minggu :
kegiatan sama seperti biasanya. Satu bulan dapat menghemat uang sebesar Rp 750.000,-. Mari kita lihat; bila setiap bulannya kita bisa konsisten menyisihkan uang sebesar Rp 750.000,-, maka dalam waktu 10 tahun kita akan mempunyai uang sebesar Rp 286.000.000,-—dengan asumsi hasil investasi sebesar 20%.

“Mulai dari Sekarang, Mulai dari Diri Sendiri, Mulai dari yang kecil. Mari kita mulai menghemat sekarang, untuk mempersiapkan masa depan bagi keluarga tercinta” (AA Gim)
 

Bahan Bacaan

1) ScienceDaily; (2006);
Evolutionary Forces Explain Why Women Live Longer Than Men; retrieved October 9, 2008 from http://www.sciencedaily.com/releases/2006/05/060510091521.htm
 

Ucapan terima kasih
WOL mengucapkan terima kasih kepada Rina yang telah bersedia meluangkan waktu memberikan sumbangan artikel dan tips menariknya diantara kesibukannya sebagai financial planner dan ibu rumah tangga.