Member of the Month’s Profile
Riana Riorita Iswahjudi

Dituturkan kembali oleh Ani J-S - Virginia, USA
Editor in Chief

Riana, panggilan akrab bagi Riana Riorita Iswahjudi dan menyukai kata mutiara “pengalaman adalah guru yang paling baik; karena dengan belajar dari pengalaman, otomatis kita akan lebih terpacu untuk maju dan selalu „belajar dan mencoba“; merupakan anggota WOL yang selalu meluangkan waktunya untuk menyapa rekan-rekan WOL lainnya terutama rekan-rekan yang baru bergabung dengan pesan bersahabatnya yang mengajak “merasa betah” dan tidak ragu-ragu untuk berbagi cerita baik dalam suka dan duka maupun saran-saran yang membantu sebagaimana halnya seorang teman dekat.

Saat ini, Riana yang berasal dari Jakarta tinggal di Karlsruhe , Jerman bersama suami,Heri Iswahjudi serta putri dan putra tercinta—Diandra Rizki Israhmaniar Iswahjudi, 10 tahun dan Rayhan Maika Iswahjudi, 4 tahun.

Sebagaimana layaknya warga kota besar (baca Jakarta )—Riana pun yang mengaku sebagai Ibu Rumah Tangga dan mendampingi suami—rupanya sudah terbiasa untuk selalu melakukan kesibukan yang sifatnya positif terutama tentunya yang memberikan imbalan dan semangat—persahabatan dan finansil—yaitu Momtrepreneur, bisnis online bagi ibu-ibu rumah tangga.

Ibu muda yang satu ini juga rupanya sudah berteman akrab dengan dunia internet yang menawarkan banyak keleluasaan bergerak bagi ibu rumah tangga yang menginginkan hal-hal terbaik bagi keluarganya namun disaat yang sama juga dapat mengembangkan diri. Dengan kenyamanannya melakukan kegiatan di rumah, ia aktif juga di beberapa milis yang bertema kewanitaan—menjadi salah satu moderator milis “BundaInBiz”, milis bagi ibu rumah tangga yang menjalankan usaha bisnis dari rumah. Perpaduan antara ketertarikannya dengan bisnis online dan juga kecintaannya pada batik memacu Riana dan tiga orang teman dekatnya untuk me-release online store "debatiqbutiq.com"—usaha butik batik online—yang sudah berjalan kurang lebih enam bulan. Disamping tentunya melalui kegiatan-kegiatan tersebut ia bisa mengembangkan diri, memperluas wawasan, bertukar pengalaman dan mengembangkan networking (jaringan sosial).

Selain kegemarannya memasak, menjahit, shopping, travelling dan fotografi. Ia juga memiliki ketertarikan pada dunia fashion yang telah ditekuninya sejak di SMA. Dimana ia pernah menjadi model mode di majalah, beberapa piala lomba fashion di Jakarta awal tahun 90-an yang sempat diraihnya saat di SMA dan Kuliah. Dan minatnya pada dunia mode dan menjahit rupanya tidak pernah surut walaupun sudah menikah, terbukti dengan masih didalaminya dunia fashion dan aksesoris melalui kegiatan kursus-kursus atau workshop menjahit untuk mendalami keahlian yang dimiliki dan juga untuk mendukung “online boutique” yang telah dirintisnya.

Tentu saja kemajuan yang dimilikinya tersebut tidak terlepas dari dukungan sang suami tercinta yang merupakan “cinta pertama”nya sejak SMP yang saat dikenalnya pertama kali memberikan rasa “feeling so good” dan merupakan seorang yang perhatian dan tanggung jawab yang membuat perkawinan itu berhasil mencapai usia 11 tahun dan sebagaimana kita semuanya, ia juga berharap bahwa perkawinan itu langgeng. Inilah cerita menarik pertemuan Riana dan Heri, sang suami seperti dituturkannya, “kita ketemu waktu itu aku baru lulus SMP dan lagi tunggu pengumuman masuk SMA. Suami saat itu naik ke kelas 3 SMA. Kita lagi sama-sama berlibur di Bandung , dan ketemuan kenalan disana. Waktu itu aku sama temen, dan suami juga sama temannya. Terus kita tukeran alamat dan telpon, dan Lanjut dehhh kontak pas di Jakarta . Lucunya kita ini ternyata tinggal di wilayah yang gak terlalu jauh lho...hahaha...serasa jakarta sempit aja sih, kok ya ketemunya di Bandung gitu hehehe.., jadi judulnya „Bandung I' m in Love“.

Dengan usia perkawinannya tersebut, tentunya ia memahami secara bijak bagaimana agar suatu hubungan atau perkawinan dapat berhasil. Ia mengatakan bahwa “lancar berkomunikasi, saling terbuka, saling percaya, dan tidak menyalahgunakan arti kepercayaan/kebebasan yang diberikan oleh pasangan masing-masing. Dan juga untuk berkomunikasi secara terbuka dan menyejukan dengan mertua maupun ipar merupakan kunci dari keberhasilan hubungan dengan mereka dan perkawinan”.

Selanjutnya, agar hubungan jarak jauh berhasil ia berpendapat bahwa “jaman sekarang sudah enak bagi mereka yang menjalani hubungan jarak jauh, sekarang banyak teknologi canggih pendukung komunikasi. Banyak cara berkomunikasi—e-mail, chatting, webcam, sms dan telepon juga penting lho selain lebih memperjelas komunikasi langsung dibanding ketiganya tadi, juga penghilang kangen kalau mendengarkan suaranya. Tetapi itu semua tidak menjamin hubungan baik. Menurut saya yang paling penting adalah saling percaya dan memegang kepercayaan pasangan kita”.

Ketika ditanya pendapat Riana tentang WOL dan harapannya untuk kemajuan Indonesia, berikut ini adalah jawaban yang diberikannya:

Q: Mengapa anda bergabung dengan forum atau milis WOL dan apa yang membuat anda tetap lengket di WOL?
A: Yang jelas sih menambah silaturahmi pertemanan dan memperluas networking, terpenting juga menambah ilmu dan pengembangan diri. Bisa sharing dan diskusi dengan member-member lain sesuai dengan Topik atau bidang keminatan. Admin, Moderator dan membernya juga akrab, asik dan hangat lhoo.

Q: Apa yang membedakan WOL dengan perkumpulan virtual wanita Indonesia yang sejenis?
A: Wadah/komunitas yang menyatukan wanita Indonesia di penjuru dunia, dari berbagai macam background, dan juga menyediakan ragam bidang keminatan.

Q: Apa harapan anda untuk WOL?
A: Menjadi wadah pengembangan diri yang bagus dan menyejukkan untuk membernya. Suatu hal yang tentu saja merupakan tantangan besar untuk WOL sebagai badan non-profit dan mengingat para anggotanya yang mempunyai latar belakang berbeda-beda.

Q: Apa harapan anda untuk kemajuan negara Indonesia ?
A: Tidak muluk-muluk, sebagi wanita sebisa mungkin menjadi ibu yang baik bagi anak-anak amal. Karena saya yakin, pembinaan keluarga yang baik akan berdampak pada kemajuan Indonesia .

Sumber tulisan:
- Hasil angket "Member of the Month’s Profile" oleh Riana Riona Iswahjudi