The Power Of Forgiveness
Oleh Ria Jumriati - Jakarta, Indonesia
Moderator Milis, Forum, Multiply dan Editor e-Newsletter

Banyak penelitian yang dilakukan para pakar kesehatan menyatakan bahwa “memaafkan” dan sikap berbesar hati menerima segala kesalahan yang telah dilakukan orang lain terhadap diri kita, ternyata memiliki dampak kesehatan yang luar biasa. Diantaranya dapat menurunkan kadar stress, tekanan darah, meningkatkan daya tahan tubuh serta memberi ketenangan lahir dan batin. Sedangkan, bagi orang yang terus memelihara amarah, dengki dan dendam akan berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental, diantaranya darah tinggi bahkan serangan jantung.

Dalam kehidupan ini, tidak bisa dipungkiri terdapat perbedaan yang kerap memicu silang selisih diantara kita. Namun dengan terus meningkatkan kesabaran kita lewat ibadah dan silaturahmi antar teman dan keluarga, maka dengan sendirinya kecerdasan emosional kita akan terasah untuk lebih arif dan bijaksana serta dewasa dalam menyikapi setiap perbedaan dan benturan emosi yang wajar terjadi sebagai manusia biasa. Sangatlah penting untuk memelihara kebesaran hati agar selalu memberi maaf, karena ajaran agama manapun di dunia ini sangat mengajurkan untuk terus saling mempererat tali persaudaraan diantara sesama.

Dalam agama Islam, jelas tersirat dalam salah satu Hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi ”Tidaklah dua insan berjumpa lalu keduanya berjabat tangan, maka saat berjabat tangan Allah SWT menghapus dosa keduanya, sebelum keduanya berpisah”. Dari ungkapan hadist tersebut, jelas sudah pentingnya bersilaturahmi antar sesama sebagai penyambung tali persaudaraan dan menghapus dosa.

Sedang dalam agama Kristen, Alkitab menyebutkan “Buah Roh Kudus yang asih dan penuh kemurahan hati, hingga ketergantungan tunggal hanya pada Tuhan, dengan demikian ketulusan dalam memaafkan orang lain hendaklah dilakukan tanpa syarat dan pamrih apapun.” Hal senadapun diisyaratkan pada ajaran agama Hindu, misalnya pada saat Nyepi. Ritual Ngemba Geni dilakukan satu hari setelah upacara Nyepi untuk saling bersilaturahmi dan memberi maaf antar sesama. Begitu pula dalam ritual agama Budha yang selalu menekankan fase kehidupan manusia, yaitu masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Maka setiap hal yang terjadi pada kita selalu berhubungan dengan sebab dan akibat, hingga tidak lah bijaksana untuk menyalahkan orang lain sebagai kambing hitam. Introspeksi diri adalah hal terpenting untuk pengkajian diri menjadi manusia sejati.

Hari Raya Idul Fitri ini adalah momen yang sangat tepat untuk saling memfitrikan atau mensucikan diri dari segala dosa terutama terhadap sang Khaliq dan sesama. Setelah proses introspeksi selama 30 hari penuh di bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan. Perjuangan memenangkan rasa haus dan lapar serta melatih keseimbangan dan harmoni antara jasmani dan rohani kita sebagai manusia yang terkadang banyak menemui perbedaan pendapat antar sesama. Di Hari Idul Fitri semua seolah lebur dan terlahir kembali sebagai manusia baru yang fitri, dengan saling memberi maaf dengan penuh keikhlasan. Dan alangkah indahnya, jika momen saling memaafkan dengan penuh ketulusan di Hari Raya Lebaran, bisa dijadikan cerminan bening bagi kita semua. Bahwa memaafkan dan memfitrikan diri secara lahir dan batin, hendaklah dijadikan niat serta prilaku utama yang kita tempatkan di bagian paling berpengaruh di jiwa dan raga ini, yaitu pada hati nurani kita. Agar kedamaian senantiasa ada pada diri dan fitrah kita sebagai manusia yang sehat lahir dan batin serta memiliki hubungan indah berkesinambungan dengan sang Pencipta, selain jalinan persahabatan yang memiliki pantulan tulus bagi kita untuk selalu berkaca pada kedalaman hati, bahwa kekuatan dari kata ”Memaafkan” akan memberi dampak luar biasa bagi perdamaian dunia.

Di bulan penuh hikmah, rahmat dan ampunan ini. Izinkan kami atas nama Founder dan seluruh jajaran pengurus Wanitaonline Society dimana pun berada, menghaturkan permohonan maaf dengan penuh keikhlasan kepada semua sahabat terkasih di WanitaOnline Society, semoga persahabatan yang kita miliki senantiasa terjalin dengan rajutan benang ketulusan untuk saling memaafkan dan dimaafkan satu dengan yang lainnya.


”Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
Mohon Maaf Lahir Dan Bathin”