Kolom Anakku Berbahasa Indonesia
Edisi: Enam Kegiatan yang Menunjang Perkembangan Bahasa Indonesia Anak
Oleh: Santi Dharmaputra—Munich, Germany  (Anggota WOL)


Seseorang mencetuskan keraguannya kepada saya, “Bagaimana mungkin dengan hanya mengajak anak berbicara dalam bahasa Indonesia sudah akan cukup untuk melancarkan celotehnya?” Keraguannya beralasan. Jika tinggal di negara yang berbahasa asing, berbagai kegiatan yang berhubungan dengan bercakap-cakap perlu dilakukan untuk melancarkan bahasa Indonesia anak, seperti tercantum di bawah ini.

1. Menyanyikan dan Mendengarkan Lagu
Menyanyikan lagu anak Indonesia kepada anak sejak masih bayi, dan memperdengarkannya CD/kaset lagu anak Indonesia adalah cara yang manjur untuk memperkaya masukan kosakata dan tata bahasa anak. Dendangkanlah lagu atau putarkan CD saat sedang menggendong, menggantikan popok, jalan-jalan, di mobil dan lain-lain. Singkatnya, setiap ada kesempatan perdengarkan musik dan lagu untuk anak. Walaupun belum ada persamaan pendapat di antara para ahli, banyak peneliti yang mempercayai bahwa musik membantu kemampuan berbahasa, karena dikatakan bahwa pada otak manusia ada suatu bagian dimana kemampuan musik dan kemampuan berbahasa saling bertemu.

2. Mengajak Berbicara
Walaupun anak masih bayi dan belum bisa berbicara, sebaiknya kita berbicara secara normal dengan anak, lengkap dengan intonasi dan tatanan bahasa yang benar. Dengan cara ini, anak terbiasa mendengar percakapan yang utuh, yang nantinya adalah bekal untuk mereka memproduksi kalimatnya sendiri. Tentunya isi pembicaraan disesuaikan dengan usia anak.

Berbicara dengan anak bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Sebagai contoh, saat Anda sedang memasak, tunjukkan bahan dan bumbu yang Anda gunakan, sambil mengatakan, “Ini garam dan gula supaya masakan jadi enak. Yang ini sayur buncis dan daging ayam supaya badan kamu sehat. Nanti makannya pakai nasi supaya kamu kuat bermain” . Kemudian saat sedang bermain, jelaskan bagian-bagian dari mainan, “Lihat, ini ban mobil supaya mobil bisa meluncur. Di bagian depan mobil ada mesinnya, dan di kursi depan ada setir mobil tempat papa atau mama menyetir mobil”. Di tempat umumpun, biarpun Anda bermukim di negara berbahasa asing, tidak ada salahnya untuk tetap berbicara bahasa Indonesia dengan anak. Misalnya, ketika anak menunjuk ke arah bayi lain sambil berceloteh 'ta ta ta ta', Anda bisa mengatakan, “Oh iya, nak, itu ada bayi juga. Wah si bayi sudah pakai topi ya karena udara sudah mulai dingin”.

3. Membacakan Buku
Ritual membacakan buku sebelum anak tidur adalah kebiasaan yang membangkitkan minat baca anak. Jika koleksi buku berbahasa Indonesia Anda masih sangat sedikit, janganlah berkecil hati. Untuk menyiasatinya, gunakan buku-buku berbahasa Inggris ataupun bahasa setempat yang ada. Saat membacakan buku berbahasa asing tersebut, terjemahkanlah langsung ke dalam bahasa Indonesia. Cerita dalam buku bayi masih sangat sederhana, dan mudah untuk langsung diterjemahkan. Misalnya, ada gambar bola dengan teks berbahasa Inggris 'ball', tunjukkan gambarnya sambil langsung menyebut 'bola', tanpa menyebut lagi bahasa Inggrisnya. Saat isi buku sudah meningkat menjadi kalimat pendekpun, masih mudah untuk langsung menerjemahkan. Misalnya, di dalam buku ada anak melambaikan tangan ke arah truk pemadam kebakaran, dengan teks berbahasa Inggris 'Fire truck! I want to ride on a fire truck!', langsung saja terjemahkan secara bebas 'Pemadam Kebakaran! Aku ingin naik mobil pemadam kebakaran!' sambil menunjuk gambarnya, tanpa membacakan kalimat bahasa Inggrisnya.

Seiring dengan waktu, koleksi buku berbahasa Indonesia anak Anda akan meningkat. Kini buku anak Indonesia bisa Anda beli melalui toko buku Indonesia di internet. Untuk menghemat ongkos kirim, Anda bisa meminta mereka untuk mengirimkan ke rumah kerabat di Indonesia. Kemudian manakala ada sanak saudara atau teman yang kebetulan melakukan perjalanan ke negara tempat Anda bermukim, bisa sedikit demi sedikit minta mereka bawakan. Disamping itu, setiap Anda berlibur ke Jakarta, belilah sebanyak mungkin buku untuk jangka waktu beberapa tahun ke depan. Dengan cara-cara ini, suplai buku berbahasa Indonesia anak Anda akan bertambah, walaupun tetap tidak bisa mengimbangi asupan buku berbahasa asing/setempat yang mungkin dengan mudah bisa Anda pinjam dari perpustakaan. Untuk mengimbanginya, lakukan terus kegiatan membaca buku asing, yang isi ceritanya langsung Anda terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sempatkanlah diri Anda untuk mempelajari buku tersebut sebelumnya, supaya lancar menerjemahkan saat membacakannya untuk anak.

4. Berinteraksi dengan Sesama Orang Indonesia
Saat mengunjungi teman Indonesia, usahakan agar anak ikut serta. Tujuannya agar ia bersosialisasi dengan orang Indonesia dalam lingkup yang lebih luas. Biarpun mungkin tidak ada anak seusianya, interaksi dengan lingkup sekeliling yang berbicara bahasa Indonesia tetap akan memperkaya bahasanya. Disamping itu, anak juga akan menjadi termotivasi, karena melihat bahwa bahasa bahasa Indonesia bukan hanya bahasa mama, tapi juga banyak orang lain yang berbicara bahasa Indonesia.

5. Acara Bermain dan Bernyanyi Bersama
Jika di lingkungan Anda ada anak Indonesia yang usianya hampir seusia anak Anda, berkumpul rutin untuk bernyanyi dan/atau prakarya setiap minggu adalah kegiatan yang sangat positif. Sebabnya adalah, anak akan merasa bahwa bahasa Indonesia adalah seperti bahasa-bahasa lain, yang bisa dipakai dalam kegiatan bersama yang menyenangkan. Caranya, Anda dan orangtua lain menyanyikan lagu anak Indonesia bersama-sama, sambil bertepuk tangan atau memainkan alat musik. Jika dilakukan rutin, pelan-pelan anak menghafal dan mengerti arti dari lagu tersebut. Bernyanyi, berprakrya sambil bermain dalam suasana gembira akan mempermudah anak untuk menyerap kosakata dalam syair lagu, maupun yang diucapkan oleh para orangtua.

6. Berlibur ke Indonesia
Walaupun berkunjung ke Indonesia memerlukan dana yang banyak, dan mungkin tidak bisa dilakukan setiap tahun, liburan ke tanah air akan tetap berarti bagi perkembangan bahasa Indonesia anak. Berlibur ke tanah leluhur menerjunkan anak ke dalam lingkungan berbudaya dan bernuansa Indonesia. Anak mendengar bahasa Indonesia sepanjang hari, melalui percakapan sekeliling, acara televisi dan radio, yang mana membantu dirinya untuk merasa lebih dekat dengan bahasa Indonesia. Pengalaman ini sangat mengesankan untuk anak, dan jika kita terus memelihara kesan positif anak terhadap tanah leluhurnya setelah pulang dari berlibur disana, niscaya semangat anak untuk terus berbahasa Indonesia akan meningkat.

Seperti yang saya tulis pada edisi WOL yang lalu, segala usaha akan memberikan hasil yang baik jika dilakukan secara konsisten dan terus menerus, termasuk juga untuk enam kegiatan penunjang ini.

Selamat mencoba!

 

Untuk membaca kolom “Anakku Berbahasa Indonesia” edisi terdahulu, silahkan klik link di bawah ini:
“Karena Aku Orang Indonesia”
“Lima Langkah Dasar Dalam Membesarkan Anak Multibahasa”

Santi Dharmaputra membesarkan kedua anaknya dalam empat bahasa, dan sekarang sedang bermukim di Munich, Jerman. Ia melakukan riset dalam bidang multibahasa, multibudaya dan anak lintas budaya (cross culture kids), dan menulis pada beberapa media. Blognya adalah http://trilingual.livejournal.com. Kami pengurus WOL sangat berterima kasih kepada Santi yang telah bersedia untuk berbagi artikel ini kepada sahabat-sahabat WOL..

Sumber Pemikiran:
1.Eliot, L. (1999). “What's Going On In There? How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life”. Bantam Books.
2. Gopnik, Alison, et al. (2001). “The Scientist in the Crib. What Early Learning Tells Us About the Minds”. Perennial.
3. Tokuhama-Espinosa, T. (2003). “The Relationship Between Musical Ability and Foreign Languages: Communication via sounds and via Words.” In Tokuhama-Espinosa, T. “The Multilingual Mind. Issues Discussed By, For and About People Living with Many Languages”. Praeger Publishers.
4. Pengalaman pribadi.