Château de Chenonceau
Oleh Diana Jachmann

Dongguan - People's Republic of China
Moderator Milis dan Forum

Pada musim panas kali ini saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi Château de Chenonceau di Perancis, kira-kira menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari Paris.

Kami tiba di Chisseaux jam 6 sore dan langsung check-in di hotel yang berjarak sekitar 1 km dari château (kastil), besoknya pagi-pagi sekitar jam 09.00 selesai sarapan kami langsung menuju château karena saya pikir ini musim liburan kalau kami datang telat sedikit mungkin akan penuh dan mengantri.


Begitu tiba dikawasan château saya sangat terpesona dengan keindahan bangunan dan tamannya. Château dibagun diatas sungai di jantung lembah Loire, yang merupakan peringatan kembali bangkitnya perancis (French Renaissance) , Château de Chenonceau juga dikenal sebagai the Château des Dames atau the Ladies' Château yang berarti salah satu dari yang paling dicintai, paling dikenal dan paling dikunjungi.

Mempunyai corak taman ala Perancis yang merupakan simbol romantis, untuk mengingat pesona dan kesempurnaan wanita-wanita yang membuatnya: Diane de Poitiers dan Catherine de Médicis.

Taman yang dibuat oleh Diane de Poitiers dan Catherine de Médicis ditanami banyak spesies tanaman langka dan ratusan bunga mawar.
Taman dapur dan kebun pertanian abad 15, Taman labirin yang ditanam dengan 2000 pohon-pohon yew dan dirancang menuruti sketsa dari italia tertanggal 1520, bagian tengahnya dihiasi oleh gloriette terbuat dari anyaman dahan hidup.

Château ini dibangun oleh Thomas Bohier dan istrinya Katherine Briçonnet pada tahun 1513. Kemudian château diambil dari anak lelaki Bohier oleh François I untuk mengganti hutang yang tak terbayar kepada kerajaan, dan setelah kematian François di 1547, Henry II anak lelaki dari Francois menghadiahkan château kepada kekasihnya, Diane de Poitiers, yang sangat mencintai château dan pemandangannya sepanjang sungai. Henry II kemudian membangun jembatan yang menghubungkan château dengan halaman depan dia juga menanam bunga dan kebun serta pohon buah-buahan.

Diane de Poitiers adalah tuan rumah yang hebat, tetapi kepemilikan kastil tetap dipegang oleh kerajaan sampai 1555. Sesudah King Henry II meninggal di tahun 1559, istri sahnya Catherine de Medicis memaksa Diane menukar Château de Chenonceau dengan Château Chaumont. Catherine kemudian menjadikan Chenonceau sebagai tempat tinggal kesayangannya dan menambahkan taman-taman baru.

Chenonceau tak hanya luar biasa untuk arsitektur dan sejarahnya tetapi juga untuk koleksi-koleksinya yang berkualitas seperti yang bisa dilihat di dalam ruangannya, furniture dari zaman Renaissance, permadani, hiasan dinding dan karya-karya agung terkenal yang bisa ditemukan disana dari Le Primatice, Rubens, Le Tintoret, Rigaud, Nattier, Van Loo.

 

Akhirnya kami meninggalkan château sekitar jam 12.30—dan benar juga apa seperti yang saya perkirakan—di gerbang pintu masuk sudah mengantri sekitar 300 orang, wah untungnya kami datang pagi-pagi.

Sumber bacaan:
Wikipedia, the free encyclopedia; Château de Chenonceau; Retrieved September 08, 2008 from
http://en.wikipedia.org/wiki/Ch%C3%A2teau_de_Chenonceau
Photos courtecy of Diana Jachmann

 

  

** Kami pengurus WOL sangat berterima kasih pada Diana yang bersedia untuk berbagi artikel nya kepada sahabat sahabat di WOL ini.