Artikel : "Penyajian Khusus"

PUTRI PERTIWI DALAM REFLEKSI KEBANGKITAN NATIONAL
Oleh Ria Jumriati - Jakarta, Indonesia

Pengurus & Duta WanitaOnline Society di Jakarta
 

Di bulan Mei dan Juni, sejarah penanggalan Indonesia mencatat beberapa peristiwa penting seperti Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahirnya Pancasila. Sebagai bangsa Indonesia, tentunya Hari Kebangkitan Nasional memiliki makna yang sangat emosional, baik bagi masyarakat umum maupun mereka yang duduk di kursi pemerintahan terutama kaitannya dengan Kesaktian Pancasila, yang sampai kapanpun akan tetap menjadi dasar negara Republik Indonesia tercinta.

Untuk memaknai kebangkitan bangsa kita tidak harus menunggu tanggal 20 Mei, demikian juga halnya untuk menghormati lima dasar pada Pancasila kita tidak perlu menanti momen tanggal 1 Juni. Sebagai putra dan putri bangsa yang terlahir dari rahim Ibu Pertiwi, semangat untuk terus bangkit dan mencintai negeri ini adalah kewajiban yang harus terus dipupuk dengan ketulusan dalam bentuk selalu melakukan hal terbaik bagi bangkitnya negeri tercinta Indonesia.

Seperti satu kalimat bijak ini "Lakukanlah hal-hal kecil terlebih dahulu untuk mendapatkan hal- hal besar di hidup ini." Untuk Kebangkitan bersama, sebagai anak negeri, sebaiknya kita melakukan hal-hal kecil namun berarti bagi negeri tercinta ini. Tanpa harus memijak tanah pertiwi, tanpa harus dinaungi kepak sayap burung Garuda, tanpa rangkaian indah jamrud khatulistiwa, kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun; sebagai anak bangsa dimana darah kita pernah mengalir di bumi Pertiwi, perbuatan dan niat mulia kita akan selalu dapat terwujud bagi bangkitnya negeri tercinta ini.

Untuk itulah, sekelompok kecil putri-putri Ibu Pertiwi yang tergabung dalam komunitas WanitaOnline.com mencoba merefleksikan makna kebangkitan nasional ini lewat karya kecil mereka ditengah keluarga dan kerabat dalam percampuran budaya dan bahasa. Mencoba untuk terus menanamkan nilai-nilai luhur budaya Nusantara yang dengan sendirinya akan menjadi gulungan benang waktu yang dimasa mendatang akan menghamparkan satu kanvas budaya Indonesia yang terefleksi sempurna pada sebentuk generasi dalam satu pembauran bercita rasa Indonesia.

Tentang Penulis: Ria Jumriati,

Adalah Pengurus WOL di Jakarta; juga penulis novel, cerpen, puisi di Indonesia yang sangat menjunjung tinggi persamaan gender yang karya karya sudah di terbitkan. Info lengkap tentang Ria bisa di check di sini...>>>