UNGKAPKAN CINTAMU
Oleh Ria Jumriati - Jakarta, Indonesia
Ketua Harian WOL
Saat terpejam senantiasa terdapat keindahan
yang sempurna, bayangan yang senantiasa menari, itulah sebabnya mengapa
kita menutup mata ketika kita tidur, ketika kita menangis dan ketika
kita mengkhayalkan sesuatu. Karena keindahan yang abadi hanya berada di
alam mimpi.
Ketika kita menemukan seseorang dengan segala
keanehan yang bersilangan dengan pribadi kita, namun hati kita selalu
kembali dan tertuntun pada bayangnya, lalu tanpa sadar kita melebur dalam
satu chemistry yang dinamakan Cinta.
Saat kita telah begitu terikat pada
cinta seseorang. Egoisme sebagai manusia pun berperan. Dan kita tak akan
pernah rela untuk melepaskannya. Namun terkadang, melepaskan bukan
berarti kehilangannya, bisa jadi merupakan awal menapaki sesuatu yang
baru. Kebahagiaan selalu dijanjikan untuk mereka yang tak berputus asa,
mereka yang menangis dalam do’a, mereka yang hampir lelah mencari dan
terus mencoba tanpa kenal henti.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika seseorang
mau melakukan hal yang paling mustahil untuk orang yang dicintainya.
Namun selalu lah ingat apa arti mencintai yang sebenarnya. Menghadirkan
persahabatan dalam cinta akan lebih bijaksana dibanding memaksakan cinta
dalam persahabatan.
KARENA :
Mencintai adalah persetujuan dua
pihak, jika hanya sendiri itu berarti mimpi
Mencintai bukanlah tetap menunggu
saat dia meninggalkan, itu adalah pengkhianatan.
Mencintai bukanlah derasnya airmata
derita karenanya, itu adalah pelecehan jiwa
Mencintai bukanlah tetap setia
sementara dia bersama yang lain, itu adalah kebodohan
Berjuanglah untuk cinta sejati yang
pasti ada, namun segeralah berhenti jika terlalu berat dan terlihat sia-sia,
karena cinta dan fatamorgana pada saat tertentu kadang membiaskan aura
yang sama. Namun cinta yang sebenarnya adalah kemudahan dan kebahagiaan
yang selalu membutuhkan kata saling.
Saling peluk, saling akung, saling setia, saling menunggu, saling
menghargai dan sebagainya.
Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan lah
diri dan hati tanpa beban. Perlahan akan hadir sebentuk penyadaran bahwa
menemukan cinta lalu kehilangannya hanya bagian dari permainan waktu
dimana selalu menantang kita untuk menjadi pemenangnya. Dan jika suatu
saat kita terkalahkan oleh cinta, kita tak perlu menghukum diri dengan
sesuatu yang salah. Karena proses hidup masih berlanjut untuk yang lain.