Sekedar
bukti bahwa
apapun jenis
kamera anda,
anda bisa
memaksimalkan
hasil foto anda,
jika:
~ anda memahami
fungsi-fungsi
kamera
~ anda memahami
dan
mempraktekkan
teknik-teknik
kamera dan
fotografi
~ anda
memperhatikan
food styling,
estetika
penyajian, dan
elemen-elemen
pendukung food
photos
~ anda terus
trial n error
untuk tone,
graphical frame
(spt bird-eye
style, etc), dsb
~ anda tidak
lantas menyerah
karena 'oh, saya
masih pemula'....
things always
started with a
'beginner'.
dalam sebuah
kesempatan, saya
dan anak saya
Ben (Benjamin
nama lengkapnya)
berlatih food
photography
sebagai salah
satu subject
mata pelajaran
home-schoolingnya.
Saat itu saya
membuat wedding
cupcakes ini.
Ben memakai
Panasonic Lumix,
sebuah kamera
pocket dan saya
memakai Canon
400D dengan
lensa 50mm f/1.4
Berikut hasil
pemotretan kami.
Saya hanya
membantu dengan
styling dan
post-processing,
spt cropping,
naik-turun
brightness-contrast,
dan saturation.
Selebihnya, Ben
dan saya
menggunakan
teknik dan
feeling
masing-masing
dalam
menerapkannya di
lapangan.
Hasil Ben menggunakan Panasonic DMC-TZ2;
ISO 100; exp: 1/80; apt: f/3.3; flash not used; metering: Matrix

Hasil Ben menggunakan Panasonic DMC-TZ2;
ISO 100; exp; 1/80; apt: f/3.3; metering: Spot

Ben baru berusia
7 tahun (saat
memotret ini,
dia hanya
berusia 6 tahun),
dan belum
mengerti benar
teknik2
fotografi secara
mendalam. Tetapi
dia lebih
memakai instinct
dan feeling
ketimbang
mengerti
metering,
aperture, dsb.
Meskipun
dijelasin, toh
dia ga akan
mengerti. Saya
hanya memberikan
keterangan2
tentang teknik
fotografi dasar,
spt misalnya
darimana cahaya
datang, dimana
posisi kamera,
bagaimana
menggunakan
kamera tanpa
bergoyang, dsb.
Anda bisa lihat
di foto pertama,
sudut gelap di
bawah piring itu
karena dia
berdiri dekat
dengan meja.
Setelah melihat
hasilnya di
kamera, saya
jelaskan mengapa
bayangan itu ada
di sana, dan dia
memperbaikinya
dengan foto
kedua.
Ben naik meja
ketika memotret
ini dalam bentuk
bird eye. Foto2
yg diambil dg
sudut 45 dan 90
meleset titik
fokusnya :)
Berikut foto
obyek yang sama
dari hasil
kamera saya:
Canon 400D;
lensa 50mm
f/1.4; ISO 200;
1/320; f/3.5;
flash not used;
metering mode: Matrix

Canon 400D;
lensa 50mm
f/1.4; ISO 200;
1/320; f/4.0;
flash not used; metering mode: Matrix

Tidak jauh
berbeda bukan
hasil yang
diambil dari
kamera pocket (dan
bukan Canon!)
dari hasil foto
yg diambil dari
kamera SLR? Jadi,
maksimalkan
fungsi kamera
pocket anda,
cintai, akrabi,
dan make love
with it if it's
necessary, so
you'll know it
inside-out. Ga
ada alasan ga
bisa bikin foto
bagus hanya
karena anda
punya pocket
kamera. Make the
most of it!!
Keep jepreeettss!!
(AB)
Tentang Penulis;
Arfi Binsted adalah anggota dan sahabat WOL yang tinggal di Tuakau, New Zealand yang memiliki bakat yang sangat menonjol dalam bidang culinary dan photograhy.
Untuk melihat kolaborasi unik dan menarik dari dua bidang yang dikuasai Arfi yaitu kuliner dan photography, Sahabat WOL bisa melihat kreasi Arfi yang di abadikan lewat kameranya lewat blognya yaitu
http://www.homemadesbyarfi.com
http://foodngarden.multiply.com/
http://www.flickr.com/photos/homemades/
http://arfibinsted71.fotografer.net/
