Perayaan ‘Hanukkah’ Oleh Ani J-S—Virginia, USA
Editor in Chief
Perayaan Hanukkah ("dedikasi" dalam
bahasa Ibrani), adalah perayaan umat Yahudi atas keajaiban-keajaiban
yang dialami bangsa dan umat Yahudi dimasa lalu yang terjadi pada hari
ke-25 di kalender Yahudi pada bulan Kislev di 365 SM. Dan sejak itulah,
Hanukkan selalu dirayakan pada hari ke-25 bulan Kislev, yang pada tahun
pada tahun 2008 ini, dimulai sejak tenggelamnya matahari pada tanggal 21
Desember dan dirayakan secara terus menerus selama delapan hari sampai
dengan tanggal 28 Desember.
Dalam tradisi Hanukkah ini, Menorah atau
tempat lilin untuk melakukan upacara keagamaan umat Yahudi, merupakan
bagian yang benar-benar penting, oleh karena itulah Hanukkah disebut
juga sebagai “the festival of light” atau “festival cahaya.”
Tujuan dari peringatan ini adalah untuk mengingat
kembali kejadian penting yang disebut sebagai "keajaiban" oleh umat
Yahudi, yaitu:
Pertama,
kemampuan tentara Yahudi yang saat itu dipimpin oleh Maccabee, mengusir
tentara kuat bangsa Yunani yang menduduki wilayah Palestina, dari tanah
Israel maupun Kuil Suci umat Yahudi di Jerusalem.
Kedua,
Ketika Maccabee dan tentaranya memasuki kuil suci untuk membersihkan
dari berhala dan mengembalikan kembali fungsinya sebagai tempat kegiatan
keagamaan umat Yahudi—menemukan satu toples minyak ukuran kecil yang
digunakan untuk menyalakan lampu Menorah. Sebenarnya, minyak dalam
toples kecil tersebut hanya cukup untuk menyalakan lampu selama satu
hari, tetapi ternyata nyalanya bertahan delapan hari sampai mereka mampu
untuk mendapatkan minyak tambahan. Dalam rangka memperingati keajaiban
inilah, maka umat Yahudi merayakan Hanukkah selama delapan hari.
.
Inti
dari perayaan Hanukkah adalah diperolehnya kembali kebebasan beragama,
juga untuk memengingatkan kepada kaumnya bahwa orang Yahudi adalah kaum
yang mampu menyelamatkan diri dan juga bangkit kembali melalui kekuatan
ilmu yang mereka miliki.
Seperti halnya tradisi yang menekankan pada
simbol-simbol dan perlambangan, demikian pula perayaan Hanukkah. Umat
Yahudi merayakan Hanukkah ini dengan melakukan kegiatan dan menggunakan
bahan-bahan simbolik yang berkaitan erat dengan kejadian penting dimana
umat Yahudi memperoleh kembali kebebasan beragama mereka dengan berhasil
mengusir penjajah (tentara Yunani) dari tanah Israel dan kuil suci di
Jerusalem, seperti bermain dreidel, menggoreng makanan yang dihidangkan
dengan minyak, memakan keju dan anggur dan meminum anggur.
Menorah
Menyalakan
Menorah merupakan tradisi yang sangat penting dalam perayaan Hanukkah.
Menorah adalah tempat lilin dengan 9 cabang. Biasanya terdapat delapan
lilin—satu lilin untuk masing-masing hari saat Hanukkah—delapan dari
tempat lilin ini memiliki tinggi yang sama, dengan satu tempat lilin
ditengah-tengah lebih tinggi dari lainnya yang disebut sebagai
shamash
(“penjaga” atau “pembantu” dalam bahasa Ibrani)
yang berfungsi sebagai api untuk menyalakan lilin lainnya.
Setiap malam selama 8 hari dalam perayaan
Hanukkah akan bertambahlah lilin yang dinyalakan. Menyalakan lilin di
Menorah dilakukan dari kanan ke kiri dan dengan sebelumnya doa
dipanjatkan untuk lilin yang akan dinyalakan tersebut. Setelah lilin
dinyalakan, keluarga akan bernyanyi bersama-sama tiga doa dalam bahasa
Ibrani (Hebrew). Biasanya tiga doa ini dibacakan selama delapan hari
perayaan Hanukkah. Pada malam pertama Hanukkah, umat Yahudi
membacakan tiga doa tersebut namun pada malam kedua dan seterusnya hanya
dua doa yang dibacakan. Tiga doa tersebut dibacakan bisa juga sebelum
dan sesudah lilin dinyalakan, tergantung dari tradisi yang ada.
Dreidel
Dreidel
adalah simbol lainnya dari festival umat Yahudi. Merupakan permainan
favorit saat perayaan Hanukkah. Disetiap sisi dari mainan kecil ini
terdapat huruf-huruf Ibrani yang berbeda yaitu nun,
gimel,
heyandshin.Huruf-huruf tersebut sebenarnya mewakili kata "nes
gadol haya sham" yang bearti "keajaiban besar terjadi
disana” sedangkan bagi umat Yahudi di Israel kata-katanya
menjadi “keajaiban besar terjadi disini”.
Ketika kerajaan Yunani melarang umat Yahudi
mempraktekkan agama dan memperlajari Taurat; umat Yahudi yang belajar
secara diam-diam akan secara terus menerus memutar dreidel ini di tangan
mereka. Dengan cara ini, jika tentara Yunani datang dan melihat-lihat,
mereka hanya melihat anak-anak yang bermain, namun kenyataannya mereka
mengajarkan anak-anak huruf dan bahasa Ibrani (Hebrew).
Makanan
Sajian Saat Hanukkah Banyak makanan tradisional Hanukkah yang digoreng,
yang dimaksudkan untuk memperingati minyak dalam lampu yang secara "ajaib"
mampu menyalakan Menorah di kuil suci. Dan merupakan suatu tradisi dalam
merayakan Hanukkah untuk memakan potato “latkes” atau pancake kentang
dan donut—jelly doghnut, dan strawberry doughnut serta makanan yang
berasal dari susu khususnya keju sebagai simbol keberhasilan seorang
Yahudi bernama Yudith membunuh panglima perang Yunani setelah terlebih
dulu membuatnya mabuk dengan memberi—minuman anggur dan keju.
Arti Hanukkah Bagi Keluaga Yahudi Perayaan Hanukkah dianggap penting bagi keluarga
Yahudi karena saat inilah para orang tua dapat memperlihatkan kepada
anak-anak mereka pentingnya memiliki kebebasan bersembahyang dan
melakukan kegiatan keagamaan sesuai dengan keinginan mereka. Disamping
ditekankannya kepada anak-anak mereka pengajaran tentang iman Yahudi
(Jewish) yang dianutnya dan kebaikan serta kebanggaan menjadi umat.
Walaupun Hanukkah bukan merupakan perayaan keagamaan yang paling penting
dalam agama Yahudi—dianggap perayaan tradisi—namun arti perayaannya
tidaklah hilang. Disaat merayakan Hanukkah ini para orang tua
mengajarkan warisan tradisi Yahudi dan pemahaman tentang agama dan
Taurat kepada anak-anak mereka. Pentingnya peran keluarga ini tercermin
dari prinsip Yahudi yang menyatakan “bahwa bertahannya dan pulihnya umat
Yahudi bermula dan berakhir di rumah keluarga umat Yahudi.” Yang artinya,
keluarga Yahudi yang bertanggung jawab langsung atas bertahannya tradisi
agama mereka.
Perayaan Hanukkah dan Hari
Natal Hanukkah dan Hari Natal sebenarnya saling berbagi
pesan spiritual: adalah mungkin untuk membawa terang dan harapan di
dunia kegelapan, penindasan dan keputusasaan. Namun, jika Hari Natal
berfokus pada seorang individu yang kehidupannya dan missinya adalah
membawa kebebasan, sementara Hanukkah adalah tentang perjuangan
pembebasan suatu bangsa yang melibatkan seluruh orang-orang yang ingin
untuk membentuk dunia yang mereka inginkan melalui perjuangan terhadap
penindasan politik dan sosial yang dilakukan pemerintah: bangsa Yunani,
yang menguasai wilayah Palestina dan sekitarnya pada tahun 321 SM dan
memaksakan budaya Hellistik (Yunani Kuno) pada orang-orang Yahudi—agama
dan tatacara kehidupan.
Selain waktu perayaannya yang hampir bersamaan
dengan perayaan Natal, Hanukkah juga memiliki tradisi memberikan hadiah
seperti halnya pada hari Natal. Pada awalnya hadiah tersebut diberikan
kepada anak-anak saja agar mereka turut bersukacita merayakan Hanukkah,
seperti coklat yang berbentuk uang “Hannukkah Geld” yang dibungkus
kertas timah warna perak maupun emas.
Hanukkah
Geld
Namun dengan berkembangnya waktu, maka
akhirnya tradisi pemberian hadiah tersebut berkembang mengikuti tradisi
dalam perayaan Natal. Oleh karena itulah, umat Yahudi menggunakan
istilah "Jewish Christmas" untuk tradisi pemberian hadiah ini.
Dalam kaitannya dengan perdamaian dunia,
keajaiban Hanukkah membuktikan bahwa terdapat banyak orang yang mampu
bertahan dari adanya tekanan “realitas” yang dipaksakan oleh kaum
penjajah dan tetap setia pada visi dunia yang berdasarkan keinginan
untuk memberi, menyayangi orang lain, dan kesetiaan kepada Tuhan yang
telah menjanjikan bahwa adalah memungkinkan adanya kehidupan yang
didasarkan atas keadilan dan perdamaian.
To Wish
You Happy Festival of Lights Happy Hanukkah