Ada
satu ungkapan yang ditulis oleh Eva Gregory dalam artikelnya yang
berjudul "The Power Of Thanks" yaitu : "Whether you express thanks a
hundred times a day, or haven't let these words pass through your lips
in quite some time, the fact is the power of thanks can change your
world today…."
Betapa besarnya ungkapan "Terima Kasih” yang kita ucapkan, bahkan bisa
merubah dunia kita hari ini. Namun kebanyakan dari kita hanya mampu
berucap terima kasih untuk hal-hal besar dan menguntungkan, sementara
peristiwa kecil dan sepele kadang tidak kita beri arti hingga terlalu
mahal untuk mendapat ucapan tulus sebuah kata “Terima Kasih". Misalnya,
pernahkah terpikirkan oleh kita saat terbangun dipagi hari dan berucap
terima kasih kepada suami yang masih setia mendampingi kita, kepada
anak-anak yang telah menerima kita apa adanya sebagai Ibu mereka?. Atau
kepada kedua orang tua kita, terutama Ibu yang telah merawat,
membesarkan dan merelakan hidup kita terlepas darinya. Sudahkah kita
sesering mungkin mengucapkan rasa terima kasih kita atas segala
pengorbanan yang telah orang tua kita lakukan? Dan kepada
sahabat-sahabat kita, dimanapun mereka berada yang telah memberi ruang
di hati mereka untuk sekedar mengingat kita sebagai sahabat mereka. Dan
tentunya berterima kasih kepada Tuhan YME atas segala karunia kehidupan
yang telah terlimpah untuk kita nikmati selama ini.
Lalu mampukan kita mengucapkan "Terima Kasih" pada mereka yang pernah
membuat hidup kita kacau bahkan menderita, karena mungkin saja lewat
kehadirannya kita menemukan jalan untuk menuju kehidupan yang lebih baik.
Perlu kekuatan berpikir yang sangat positif untuk mengucapkan kata
“Terima Kasih” yang kehadirannya terbungkus kain duka dan derita. Dan
terkadang membutuhkan waktu yang berbeda bagi setiap orang untuk
melihatnya sebagai suatu anuegerah. Begitulah cara Tuhan membentuk
mahluk ciptaannya yang rapuh untuk menjadi kuat. Atau anugerah yang
terkadang dihadirkan lewat bencana, namun selalu ada hikmah bila kita
mencoba untuk berterima kasih atas segala karunia nestapa dan bahagia
yang datang dari NYA.
Sahabat saya yang terkena bencana Situ Gintung, saat ini baru menyadari
dan berterima kasih kepada Tuhan YME atas bencana yang menyebabkan rumah
orang tuanya dan segala isinya habis terbawa air bah. Ibunya pun turut
menjadi korban atas bencana tersebut. Setelah melewati segala
pertentangan dan rasa tidak adil atas kejadian ini, terpetiklah hikmah
yang ternyata memberi banyak manfaat bagi dirinya dan keluarga besarnya.
Seandainya rumah itu masih ada, tentu akan menjadi barang rebutan antara
dirinya dan keempat saudara tirinya yang kesemuanya menuntut hak milik
atas rumah tersebut. Dan dengan kejadian itu, maka huru hara keluarga
tak akan pernah terjadi dan tentunya memberi ketenangan bagi almarhumah
Ibunya.
Untuk itu, mulai hari ini ucapkanlah "Terima kasih" kepada apa atau
siapapun yang telah memberi berkah di kehidupan anda. Entah itu datang
lewat suka cita atau tercermin lewat derita. Karena di balik semua itu
pasti terjanji sebuah hikmah yang kelak berbuah anugerah.
With every breath I take today,
I vow to be awake..
And every step I take,
I vow to take with a grateful heart--
So I may see with eyes of love
into the hearts of all I meet,
To ease their burden when I can
And touch them with a smile of peace.

Te
ntang Penulis:
Ria Jumriati,
Selain Ketua Harian
WanitaOnline Society Ria juga adalah penulis novel, cerpen, puisi di
Indonesia yang sangat menjunjung tinggi persamaan gender yang karya
karya sudah di terbitkan. Info lengkap tentang Ria bisa di check di
sini...>>>