Damai dan Rasa Syukur (Peace and Thankfulness)

Oleh Ani J-S— Virginia , USA

Editor in Chief

 

Tahun 2009 adalah tahun yang penuh tantangan bagi kita semua.  Krisis ekonomi global membuat kehidupan dan masa depan penuh dengan ketidakpastian—nilai saham yang jatuh, tingkat PHK yang tinggi, banyak perusahaan yang bangkrut, indeks harga barang yang semakin tinggi,  banyak keluarga yang kehilangan rumah karena tidak mampu membayar cicilan dan bahkan banyak keluarga tidak memiliki cukup uang untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

 

Di sisi lain, krisis ekonomi juga ‘memaksa’ keluarga untuk mengevaluasi kembali nilai-nilai dan keeratan hubungan emosional diantara mereka. Setiap anggota keluarga menyadari bahwa cara terbaik melalui masa sulit ini adalah dengan saling memotivasi dan memberikan dukungan positif antara satu dengan lainnya. Dan mereka menemukan kembali kehangatan dan semangat kekeluargaan yang selama ini hilang.  Saat inilah, setiap anggota keluarga memforkuskan diri kembali pada hal-hal yang dianggap paling penting dan berharga dalam hidup ini; apakah itu menekuni kembali pekerjaan ataupun kegemaran yang memberikan kebahagiaan.

 

Secara akal, tentunya sulit kita terima bahwa orang atau keluarga yang telah kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya mampu untuk bersikap dan berfikir positif.   Namun, orang-orang luar biasa ini rupanya pandai untuk bersyukur dengan apa yang mereka miliki—keluarga—yang peduli, saling mengasihi, menjadi tempat bersandar saat mereka jatuh dan mengulurkan tangan agar bisa bangkit dan berdiri tegak.

 

Dengan rasa syukur, akhirnya tahun 2009 ini mampu kita lalui dan mampu menengok ke belakang untuk melihat masa depan yang lebih baik.  Kita mungkin bisa belajar dari Indian Maya yang menoleh ke belakang untuk melihat masa depan dan melihat ke depan untuk melihat masa lalu.  Dan mampu mengatakan, “Ya Tuhan, kami bersyukur bahwa kami mampu melalui masa sulit dalam hidup kami ini bersama-sama.”

Rasa syukur yang merupakan obat mujarab untuk menepis resah dan amarah dan mengajak kita untuk menemukan damai dalam kehidupan kita.

 

Selamat Tahun Baru 2010.

Semoga Tahun Mendatang Lebih Baik dan Membawa Kebahagiaan