Melihat
bias-bias sinar matahari yang akan memulai tugasnya dari balik jendela
di kamar tempat saya bekerja menumpahkan ide serta segala perasaan yang
ada...membuat saya berpikir, sang surya sepertinya selalu setia bekerja
sesuai dengan kodratnya sebagai pemberi cahaya di kala pagi hingga
terbenam di ufuk barat menjelang malam yang tugasnya kemudian digantikan
oleh sang bulan sampai menjelang pagi.
Sang surya berhenti bersinar jika sang angin berhembus kencang beserta
mega kelabu yang kemudian menutupi semesta untuk kemudian menjadi
mendung dan gelap dan akhirnya menjadi hujan...aha...ternyata sang surya
bisa dikalahkan juga oleh sang hujan.
Saya mengibaratkan sang surya adalah seorang ibu, dimana kasih sayang
dia tidak putus dilekang oleh waktu terus bersinar sampai akhir waktu.
Kadang dia merasa kelabu jika kita sebagai anak-anaknya suka melakukan
hal-hal yang membuat dia kecewa. Hingga hujan airmata seringkali hadir
diwajahnya. Namun akan kembali bersinar jika kita melakukan hal-hal yang
membuat dia bahagia. Ah...ibu, makhluk yang disebut perempuan dan
istimewa karena memang luar biasa.
Sejarah mencatat bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan,
membesarkan, mendidik hingga mengantarkan anak menjadi manusia mandiri
dan unggul bukan hal yang sim salabim, abrakadabra tapi perjuangan atau
jihad luar biasa. Terkadang nyawa adalah pertaruhan hidupnya...
Kalau boleh jujur setiap perempuan bisa menjadi ibu tapi belum tentu
setiap ibu bisa menjadi ibu yang baik dan sukses mendidik anak-anaknya.
Terlebih di jaman yang serba instan ini. Orang suka bilang Money Talk...artinya
jika kita memiliki uang segalanya bisa diatur. Contoh, selesai
melahirkan bayi kita, sudah tersedia baby sitter, nanny atau governess
pokoke macam-macam istilahnya untuk membantu mengasuh anak-anak ini.
Saya tidak akan membahas mengenai para asistan ini. Bisa dimengerti
kalau para ibu memiliki asistan untuk mengasuh anak-anaknya dikarenakan
tuntutan hidup membuat mereka harus bekerja di luar rumah. Namun bukan
berarti mereka melupakan tugas utama mendidik anak-anak menjadi manusia
yang dapat memenangi kehidupan.
Ibu
oh ibu...ternyata berat dan tidak gampang ya menjadi ibu...berat kalo
kita menganggapnya berat dan ringan kalo kita menganggapnya ringan,
semuanya berpulang kepada bagaimana menyikapinya. Melihat contoh nyata
bagaimana para orang Ibu jaman dulu yang bisa memiliki anak banyak dan
berhasil, tentunya sang ibu memang murni menjadi ibu rumah tangga,
seluruh hidupnya diabdikan kepada keluarga. Serta melakukannya dengan
ketulusan dan sepenuh hati.
Fungsi ibu jaman dulu atau sekarang yang boleh dikatakan generasi modern
tetaplah sama, sebagai perempuan yang memiliki tugas membesarkan,
mendidik anak dan menjadikan anak-anak sebagai sumber daya manusia yang
unggul dengan cara dan polanya masing-masing. Mengikuti jaman yang terus
berkembang dan maju.
Semoga para perempuan tetap bangga menjalani fungsinya sebagai Ibu dan
selalu seperti matahari atau surya, selalu menyinari anak-anak dan
keluarga, menjadi penerang kehidupan...tiada Ibu maka tidak adalah kita
semua di muka bumi ini. Seperti dikatakan Surga ada dibawah telapak kaki
ibu...
Ibu oh ibu adalah segalanya
Selamat Hari Ibu....untuk semua para perempuan yang menjadi Ibu.
Tentang Penulis:
Siti Meiyana Arafah atau akrab dipanggil Mey adalah anggota WOL di FB
yang bermukim di Jakarta, Indonesia. Selain sebagai seorang Ibu rumah
tangga dengan dua orang anak, ia juga aktif sebagai wanita karir di
bidang People, Business and SPA Management Consultant, Business and
Program Development, dan Mey juga di kenal sebagai Motivator dan
Conselor untuk Project Humanitarian.
Selain itu, Mey yang mempunyai hobi menulis dan photography dan sering menyalurkan
hasil karyanya dalam bentuk tulisan di dalam NOTES di Facebook Account
miliknya dan semua hasil inpirasi Mei telah di bukukan dan di terbitkan
dengan judul "Life is Amazing" yang merupakan
Di Facebook pun Mey begitu aktif di dalam bidang networking
dimana Mey telah menciptakan beberapa group di FB sebagai berikut: PELITA FIKIR
INDONESIA, PT (People & Business Learning Centre), SHARE POSITIVE MINDS,
SkyWorld & Indonesia Women IT Awareness (IWITA) dimana Mey sebagai creator; dan
EMPOWERING WOMEN OF INDONESIA; Mey sebagai National Chairperson.
Kami pengurus WOL sangat berterima kasih pada Meiyana yang bersedia untuk
berbagi tulisan ini.
Satu Quote dari Mey untuk para teman2 di luar negeri,
"Take care your
husband and his family; and embrace western culture; respect each other but
always remember your Indonesian' (Keep your warm culture!) ...all the best for
you all, take care!!