REFLEKSI LUAS MAKNA KEMERDEKAAN
 Oleh Ria Jumriati - Jakarta, Indonesia
Ketua Harian WOL & Kordinator WOL Indonesia

 

Setiap tanggal 17 Agustus serta merta pemikiran dan perkataan kita tertuju pada satu kata “MERDEKA”. Lalu sejauh mana kemerdekaan itu kita rasakan kini ? Merdeka dari belenggu penjajahan berdasarkan sejarah, memang sudah tidak ada lagi. Berjuang mempertahankan tanah dan hak hidup kita dari kungkungan bangsa asing, kini tinggal cerita yang terangkum dalam lembaran kertas bertuliskan perjalanan panjang para pahlawan kita yang dikemas dalam buku pelajaran setiap anak sekolah. Bertahun tahun kita pun di jejali makna kemerdekaan hanya sebatas apa yang di urai dalam setiap buku sejarah. Padahal makna dari kata “Merdeka” yang hadir gegap gempita setiap tanggal 17 Agustus, bisa di aplikasikan lebih luas lagi. Karena banyak sekali kenyataan yang terpapar di hadapan kita bahkan contoh nyata yang paling dekat dengan kehidupan kita, tentang miris dan mahalnya harga sebuah kemerdekaan. Dan object penderita dari kemirisan sebuah kemerdekaan biasanya membidik kaum perempuan sebagai pelaku utamanya.

Bila kita merasakan menjadi bagian dari semua itu, maka dengan sendirinya kita bisa merefleksikan makna kemerdekaan ini menjadi lebih luas dan dalam. Bahwa merdeka adalah kesetaraan gender, merdeka dari perbudakan, merdeka untuk mencatatkan nama kita – perempuan Indonesia dalam setiap kanvas hidup lewat prestasi, obsesi bahkan ambisi yang tidak boleh dikekang dengan alasan budaya, agama dan peran ganda sebagai ibu rumah tangga. Lalu jadikan setiap halangan sebagai tantangan tanpa membuat kita menjadi pribadi yang egois. Karena dalam setiap langkah menempuh cita, kita selalu butuh pendamping hidup yang bisa mengerti dan butuh dimengerti untuk saling menopang menuju satu tujuan hidup yang bisa dicapai lalu merefleksikan kemerdekaan bersama dalam hidup ini dari segela belenggu kemelut hidup, baik itu yang hadir dalam lingkup kecil kehidupan rumah tangga atau aturan di lingkungan setempat yang kerap menjebak ambisi kita untuk terperangkap dalam situasi manipulasi bernama ”comport zone”.

Dunia senantiasa menjanjikan perubahan. Tapi tak pernah akan terjadi perubahan itu jika setiap individu hanya berpuas diri pada satu ambisi. Diluar sana gaung kemerdekaan semakin nyaring bersuara, khususnya untuk perempuan Indonesia dan dunia. Hanya butuh keberanian dan tekad kuat untuk menjadi bagian terpenting dari kemerdekaan yang telah kita dapatkan ini.

 

Tentang Penulis: Ria Jumriati,

Selain Ketua Harian WanitaOnline Society Ria juga adalah penulis novel, cerpen, puisi di Indonesia yang sangat menjunjung tinggi persamaan gender yang karya karya sudah di terbitkan. Info lengkap tentang Ria bisa di check di sini...>>>