...Literatur
Gerhana Tidak Singgah di Rumahku
Oleh Ayunda Nisa Chaira
Puteri dari Cunya Yusya, anggota WOL di Multiply


Terdengar suara riuh di luar rumahku. Pasti teman-temanku sedang membicarakan berita baru. Aku segera mematikan komputer dan membuka pintu rumah. Ternyata, benar saja. Pembicaraan mereka kali ini benar-benar membuatku kaget dan terpana! Besok, akan ada gerhana matahari! Berita ini membuatku sangat terpesona, karena seumur hidup aku belum pernah melihat gerhana matahari secara langsung. Berita ini pun membuatku merasa ketinggalan zaman, karena semua teman-temanku pun sudah tahu berita ini dari jauh-jauh hari.

Tanpa pikir panjang, bersama teman-teman, aku segera pergi ke perpustakaan dekat rumahku. Kami membaca banyak tentang gerhana matahari. Kami juga melihat ilustrasi gerhana matahari di ensiklopedia tersebut. Para pengunjung perpustakaan hanya melihat kami dengan tatapan aneh, karena dari tadi kami mengacak-acak rak buku bagian Tata Surya. Dengan membaca banyak buku tentang gerhana matahari, kami akan lebih mengerti tentang gerhana yang akan kami lihat besok sore.

Selama berjam-jam aku membaca buku di perpustakaan, akhirnya kami semua pulang dengan terburu-buru karena hujan turun lumayan deras. Badan kami tidak terlalu basah, karena kami semua ngebut dan perpustakaan ini tidak jauh dari rumah kami. Kami segera pulang ke rumah masing-masing, kemudian mengganti baju yang basah. Aku segera berlari menuju ruang keluarga. Setelah aku membaca salah satu ensiklopedia berjudul Gerhana Matahari dan Bulan, aku langsung menyiapkan 5 buah kacamata hitam yang berguna melindungi mataku dari sinar ultraviolet. Sementara teman-temanku yang lain sibuk pinjam sana-sini, agar mereka juga dapat melihat gerhana matahari, tanpa merusak mata mereka.

Selesai dari perpustakaan, aku tidak istirahat terlebih dahulu. Aku menyalakan komputerku kembali, lalu mengakses internet. Aku langsung membuka Google, lalu mengetik “Gerhana Matahari”. Senangnya! Aku mendapat banyak sekali berita tentang gerhana matahari! Aku membaca dengan serius satu persatu bacaan berisi pengetahuan tentang gerhana matahari. Wah, ternyata gerhana matahari itu bisa dilihat dengan mata telanjang juga! Walaupun memang harus menggunakan kacamata hitam karena ada sinar ultraviolet yang dapat merusak mata kita. Di ensiklopedia yang aku baca, tidak disebutkan bahwa gerhana matahari bisa dilihat dengan mata telanjang.

Aku mencoba mencari informasi lain. Ternyata, gerhana matahari yang akan datang besok adalah gerhana matahari cincin atau gerhana matahari annular! Aku memperhatikan dengan seksama ilustrasi gerhana matahari cincin tersebut. Ternyata, tidak semua tempat bisa melihat gerhana ini dengan jelas! Di Indonesia, hanya di Lampung, Kalimantan, dan Banten saja yang dapat melihat gerhana matahari ini dengan jelas sekali. Aku mencoba mencari berita lain yang dapat menambah wawasanku tentang gerhana matahari besok. Karena, aku sudah berencana menuliskan pengalaman bersejarahku itu di blog-ku. Pasti akan banyak komentar yang berdatangan!

Setelah kurasa wawasanku sudah cukup, aku segera berbaring di tempat tidurku. Aku sudah tidak sabar menunggu esok hari!

Pagi…! Uups, aku harus meralat ucapanku! Sekarang sudah siang! Karena aku tidur terlalu malam, aku jadi bangun kesiangan! Untung saja tidak sampai sore, karena aku nggak akan bisa melihat gerhana matahari! Jam telah menunjukkan angka 12. Kulangkahkan kaki menuju kamar mandi, mandi dan bergegas shalat zuhur. Aku bahkan tidak shalat shubuh tadi pagi! Masya Allah…

Teman-temanku telah menungguku dari tadi pagi. Aku segera bersiap dengan kacamata hitam bertumpuk lima. Semua mata telah tertuju ke langit. Kami sudah bersiap-siap melihat pada pukul 2 tepat, padahal gerhana diteliti akan muncul pukul 4 di Jakarta. Tapi, waktu bukanlah hal yang terlalu penting bagi teman-temanku. Karena, menurut kami gerhana matahari pun bisa datang kapan saja tanpa terdeteksi.

1 jam kemudian, kami belum juga melihat gerhana matahari. Teman-temanku langsung meralat ucapan mereka bahwa gerhana matahari bisa datang kapan saja. Di TV, makin marak saja berita tentang gerhana matahari ini. Tentang shalat gerhana, nonton gerhana bersama. Wah, pokoknya semua stasiun berita hanya menyiarkan tentang ini deh!

Kami akhirnya harus mendesah juga. Langit yang biru cerah berubah menjadi hitam kelam. Kalau langit mendung seperti ini, apakah kami masih bisa melihat gerhana? Aku dan teman-temanku masih menunggu dengan resah. Kacamata kami yang tadinya bertumpuk lima, akhirnya mulai berkurang satu persatu. Sepertinya, kami memang tidak ‘diizinkan’ melihat gerhana matahari. Detik-detik menjelang gerhana matahari seharusnya tampak jelas di Jakarta, hujan malah turun dengan lebatnya. Menyedihkan! Jelas saja, aku tidak bisa melihat gerhana matahari, walaupun terjadi 3 jam, hujan tetap bertahan sampai malam tiba!

Padahal, aku dan teman-temanku sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Hiks, rasanya kecewa banget! Tapi, rasa kecawa itu tak lama singgah di hatiku. Karena, dengan adanya info gerhana matahari, wawasanku bertambah karena membaca dan mencari tahu banyak hal tentang gerhana matahari, walaupun tidak menyaksikannya secara langsung. Aku langsung tersenyum sambil memejamkan mata….

 

....Tentang Penulis Yunda Nisa Chaira
Oleh Bunda Cunya Yusya, Jakarta - Indonesia
Anggota WOL di Multiply

Hari masih pagi ketika seorang bayi perempuan lahir di sebuah rumah sakit di daerah Jakarta Timur sebelas tahun yang lalu. Tepatnya pagi hari 30 Oktober 1997. Kami memberinya nama Ayunda Nisa Chaira. Kami kedua orang tuanya , Cunya dan Yusnirsyah Sirin, biasanya memangilnya Yunda. Tapi, Bunga Nisa Chaira, adiknya, selalu memanggilnya dengan panggilan “kakak”.

Sama seperti anak lain kecil seusianya, Yunda adalah seorang anak kecil biasa. Di masa kecilnya Yunda senang sekali dengan apa saja yang ada di dekatnya. Dia akan memegang dan mengamatinya dengan seksama. Salah satu contoh, saya teringat ketika Yunda berumur 7 bulan, pada saat itu saya sedang sakit, dia berada di sebelah saya sambil memegang sebuah boneka “the pooh”. Boneka itu baru dibelikan oleh ayahnya.

Saya melihat Yunda serius sekali dengan boneka itu. Jari tangannya terus berada di sekitar mata boneka tersebut. Akhirnya saya baru mengetahui bahwa Yunda penasaran sekali dengan mata boneka itu, tapi saya tidak tahu apa yang membuatnya penasaran, yang jelas mata boneka itu sudah menarik rasa keingintahuannya sampai dia begitu berkonsentrasi dan tidak menghiraukan apa yang ada di sekitarnya. Dan boneka yang baru dibelikan oleh ayahnya pun harus rela kehilangan satu bola matanya di akhir kepenasarannya. Sampai sekarang ini pun Yunda selalu penasaran dengan banyak hal yang dijumpainya. Dia tidak akan berhenti untuk mencari tahu sesuatu yang disukainya sampai rasa keingintahuannya terpenuhi. Mungkin karena itu, dia sangat suka membaca. Apa saja dibacanya.

Rasa penasaran dan fokus. Mungkin dua kata itu yang dipunyai Yunda. Bila dia tertarik dengan satu hal dia akan melaksanakannya sepenuh hati. Ini dibuktikan anak kami yang kini duduk di kelas 6 Ibnu Haitsam SDIT As-Saadah Jakarta ini ketika ia mengikuti kursus apapun. Meski hujan lebat dan tahu kalau teman-teman kursusnya tak akan hadir, ia akan tetap datang ke tempat kursusnya. Bahkan ketika memgikuti kursus yang membosankan seperti sempoa sekalipun, terbukti dengan banyaknya teman kursusnya yang keluar, dia bisa mengikuti hingga tamat ketika dia masih duduk di kelas 4 SD.

Menulis merupakan suatu kenikmatan dan kesenangan tersendiri buat Yunda. Jika sudah mendapatkan ide, dia akan segera menuangkannya dalam tulisan. Yunda lebih suka menggunakan PC daripada menggoreskan penanya di atas kertas untuk menuangkan semua tulisannya. Alasannyasih, "mengetik di PC nggak bikin tangan cape dan kalo ada yang salah lebih gampang untuk menghapusnya".

Yunda memang paling betah kalau sudah berada di depan komputer. Ada-ada saja yang dikerjakannya, mulai dari mengetik tulisannya, mencari tugas-tugas sekolah, mengurusi Multiply dan FaceBook-nya, sampai mencoba software aplikasi desain. O ya …. Yunda sangat suka belajar photoshops dan coreldraw. Karena itu , dia terampil ketika mendisain dan membuat themes untuk multiply. Apalagi ya… kesukaan Yunda ? Yunda juga suka ngobrol lho. Apa saja bisa membuatnya tertarik untuk diperbincangkan. Hehehe…

Banyak hal yang membuat kami orang tuanya merasa bangga dengannya. Dari kelas 1 sampai sekarang Yunda selalu mendapat nilai tertinggi (kebetulan di tempat Yunda bersekolah tidak ada rangking). Yunda juga pernah mendapat juara pertama pada olimpiade sempoa se-Jadebotabek tahun 2007 untuk level yang diikutinya. Belum lama ini pun putri kami ini menghadiahi kebahagian dengan terbitnya buku kumpulan cerpen pertamanya “Space Fun Park”. Buku Ayunda yang kedua “The Hollow Cat” sudah beredar di toko buku seperti Gramedia dan Gunung Agung. Insya Allah yang ketiga ( sebuah Novel ) juga…. Mohon doa juga dari teman-teman sekalian, mudah-mudahan Yunda bisa tetap terus berkarya dan dapat memberi manfaat bagi orang banyak. Amin……

Buat yang ingin mengenal Yunda lebih jauh bisa mengunjungi

http://nisachaira.multiply.com/
Atau mengetikkan Ayunda Nisa Chaira di Face Book.

http://cunyayusya.multiply.com

O ya usia Yunda sekarang sudah 11th lebih 3bulan mbak...
Yunda lahir 30 Oktober 1997.
Informasi tambahan buku Ayunda yang ke-2 sudah beredar di toko buku seperti Gramedia dan Gunung Agung.

ucapan terimakasih untuk : Mbak Yani Shaffer, Mbak Nia Norman, dan Mbak Ani sendiri.
..

 

** Kami pengurus WOL sangat berterima kasih pada Yunda dan Bunda Cunya yang bersedia untuk berbagi tulisan nya kepada sahabat sahabat di WOL ini.