VALENTINE UNGU UNTUK AMEERA
Oleh Ria Jumriati - Jakarta, Indonesia
Ketua Harian & Kordinator WOL Indonesia

Sejak tiga tahun terakhir ini, setiap bulan Februari menjelang. Ameera selalu merasa tak nyaman, ada goresan trauma yang cukup dalam dihatinya dan berkenaan dengan Februari dan nuansa merah jambu itu. Seandainya bisa, ingin rasanya ia melompat langsung ke bulan Maret. Apalagi tak ada satu pun bisnis di dunia ini yang tidak tersentuh oleh ornamen Valentine dan warna pink menyebalkan itu. Bahkan di bengkel langganannya ada special discount edisi Valentine. Hah, banci amat ! Memang tidak bisa menciptakan promosi yang lebih jantan. Gerutu Ameera dengan dada sesak demi menyaksikan umbul-umbul dan spanduk Valentine yang terpasang ramai di sepanjang jalan raya oleh beberapa institusi bisnis. Ada coklat Valentine, busana ala Valentine, kaos kaki, underwear bahkan sandal jepit. Ops! Ameera mendadak pusing dan segera menambah kecepatan mobilnya. Lambungnya mendadak mual. Ingatannya melayang pada peristiwa 3 tahun lalu. Awal dimana ia sangat membenci Valentine dan segala ornamen pinknya itu. Bahkan bunga mawar segar yang dikirim Travis sebagai pertanda cintanya beserta kartu Valentine berwarna ungu, segera menempati tong sampah di samping meja kantornya.

Adalah Jayden – cowok kalem berperawakan tinggi bak peragawan. Ia hadir membawa dan memberi segala kesempurnaan yang di harapkan Ameera sebagai seorang gadis. Bagi Ameera, Jayden lebih dari sekedar pangeran impian dan lelaki yang ada di angan dan cita-cita masa depannya. Sejak pertama matanya bersirobok dengan laki laki itu, tak pernah sedetik pun Ameera kehilangan mimpi tentangnya. Sudah tak terhitung jumlah khayalan konyolnya tentang Jayden. Ameera bahkan telah menentukan nama dari anak-anak mereka yang akan lahir kelak. Sudah sedemikian jauhnya Ameera melangkah sendiri dalam bangunan khayal dan jembatan imajinasi yang begitu rapuh karena ditata sedemikian rapi di angannya seorang diri. Ameera pun, menuliskan semua rasa cinta dan kekagumannya di blog pribadinya namun hanya bisa dibaca oleh Nikyta – Sahabat karibnya selama ini. Ameera begitu memuja Jayden sebagai lelaki paling romantis yang menyatakan cintanya tepat di tanggal 14 Februari, sambil menyematkan liontin berbentuk “LOVE” di leher jenjangnya.

“Memang kamu yakin, Jayden bakal tinggal terus di Indonesia ? Jangan terlalu cinta 100% sama cowok sisa kan 25% saja, jadi kalau suatu saat dia pergi ke Belanda atau....sorry loch, dia kecantol cewek lain. Kamu nggak terlalu patah hati” Nasehat Nikyta, saat selesai membaca blog Ameera tentang Jayden yang berjudul “Cinta sampai Mati”.

“Pasti dong, maminya kan orang Indonesia. Lagi pula dia lebih betah tinggal di Indonesia kok” sangkal Ameera begitu percaya diri.

Lalu jadilah Hari Valentine sebagai hari yang paling bersejarah di hidup seorang Ameera melebihi hari besar yang pernah ada di hidupnya. Karena pada pertengahan Februari itu, Jayden pasti memberinya hadiah Valentine sebagai perayaan atas hubungan cinta mereka.

Hingga tiba ditahun ke tiga hubungan mereka. Jayden meninggalkan Ameera dalam balutan busana pink Valentine, accesories dan sepatu, termangu seorang diri menunggu kedatangannya di sebuah restaurant yang telah dipesan Jayden untuk mereka ’Candle Light Dinner” berdua dimalam Valentine. Hampir 2 jam Ameera menunggu kedatangan Jayden, namun yang tiba hanya sepucuk surat yang membuat dada Ameera sesak dan trauma hingga saat ini.

Dear Ameera,

”Sorry aku harus terbang ke Belanda sore ini, Omaku mendadak sakit”

Ameera mengeryit tak mengerti. ”Segampang itu kah ia membatalkan hari bersejarah ini ? Cuma untuk seorang Oma ? Lalu aku dianggap apa ?! Jerit hati Ameera kecewa. Ia mencoba menghubungi lewat telepon, tapi semua koneksi terputus sudah, bahkan email yang dikirim Ameera berkali-kali tak pernah diresponnya. Hingga suatu hari, ia menemukan blog seorang cewek cantik berambut hitam legam dengan mata bulat jernih bak putri salju, tengah berfoto mesra dengan Jayden. Gadis cantik itu bernama Asia, dan menuliskan kalimat yang begitu indah pula tentang harapan cintanya untuk Jayden. Sama persis dengan harapannya pada lelaki itu.

Jika saat itu kiamat, mungkin orang yang pertama kali bersyukur adalah Ameera. Ia sama sekali tak menyangka secepat itu hati Jayden berpaling. Benar nasehat Nikyta. Ia harus mengambil cinta 100% nya pada Jayden, meski kenyataannya hanya bisa ia dapatkan 25% saja. Dan sejak saat itu, ia pun menjadi sangat membenci Valentine dengan warna pinknya.

Ameera merebahkan tubuh lelahnya di pembaringan. Ada kegelisahan yang bergelayut di hati resahnya. Di meja ruang tengah tadi, ia sempat melihat kiriman bunga berwarna ungu beserta kartu Valentine tanpa ornamen love dan berwarna putih. Ameera tahu pengirimnya adalah Travis. Cowok yang tak pernah lelah untuk mendapatkan hatinya. Tiba-tiba Ameera bangkit menuju ruang tengah. Diperhatikannya bunga ungu itu serta kartu yang terselip diantaranya. Ameera pun membukanya perlahan.

”Valentine tidak selalu merah jambu, terkadang ungu lebih romantis dan menjanjikan cinta sejati”

Ameera tertegun membaca kalimat sederhana itu. Memang tidak seromantis puisi-puisi cinta dari Jayden dahulu. Tapi Ameera menemukan ketulusan didalamnya. Diambilnya bunga segar itu setangkai. Tanpa sadar Ameera menciumnya...Mengapa ia tak memberi 25% cinta yang tersisa di hatinya untuk Travis ? Ada yang merekah perlahan di hati gadis itu. Tanpa ragu Ameera pun segera menghubungi Travis lewat sms dan merangkai satu ucapan terima kasih dengan bahasa yang begitu manis dan tentunya, janji untuk segera bertemu. Hal yang tak pernah dilakukannya, selama hampir 6 bulan Travis mencoba mendapatkan hatinya. Kini, semua telah berubah. Kebekuan di hati Ameera mencair sudah. Travis telah berhasil memberikan warna cinta yang berbeda pada Ameera. Tak selalu merah jambu, kadang ungu, biru, putih, bahkan hitam...cinta itu memang selalu hadir dalam banyak warna.


TAMAT
 

 

Tentang Penulis: Ria Jumriati,

Selain pengurus WanitaOnline Society Ria juga adalah penulis novel, cerpen, puisi di Indonesia yang sangat menjunjung tinggi persamaan gender yang karya karya sudah di terbitkan. Info lengkap tentang Ria bisa di check di sini...>>>

 

 

**Flower arrangement graphic: Courtesy of Teleflora; Teleflora's Stole My Heart