Seven Principles for Managing
Problems
By Caroline V. Katemba Tobing, Ph.D
(Professor and Chair of English
Department at the University Advent
Indonesia in Bandung, Indonesia)
Pernahkah anda mendengar kalimat
yang di bawah ini?
TOUGH TIME NEVER LAST,
BUT TOUGH PEOPLE DO!
KESULITAN TIDAK AKAN PERNAH BERAKHIR,
TETAPI ORANG KUAT DAPAT BERAKHIR
Pernahkah anda menemui, mengalami
masalah dalam kehidupan anda? Saya
percaya setiap manusia mempunyai
problema atau masalah-masalah. Saya
yakin anda mempunyai problema juga,
apakah itu besar atau kecil.
Belajarlah mengatasinya.
Jika anda mempunyai masalah hari ini–problema-problema
apa saja, saya menawarkan anda tujuh
prinsip yang dapat mengatasi
problema-problema anda jika
menggunakannya.
I. Don’t Underestimate (Jangan
menaksir terlalu rendah)
Banyak problema-problema yang tidak
pernah tuntas atau terselesaikan
secara efektif karena tidak
ditangani secara serius.
Contohnya, mahasiswa yang tidak
mengerjakan tugas, padahal pada saat
ujian diambil dari tugas. Mahasiswa
yang tidak melakukan makalah, bisa
jadi gagal.
No problems is unimportant enough to
ignore (Tidak ada masalah yang tidak
terlalu penting untuk diabaikan).
Contohnya, jangan panik dengan
masalah sekarang yang hanya
memerlukan solusi ringan.
Your reaction to the problem, as
much as the problem itself, will
determine the outcome. Reaksi anda
terhadap problema itu sendiri,
menentukan hasil akhirnya.
II. Don’t Exaggerate (Jangan terlalu
membesar-besarkan)
14 tahun yang lalu di bulan Desember
sekitar tanggal 23-24 tahun 1993 di
rumah sakit Boromeous, saya
terbaring di tempat tidur setelah
menjalani operasi ceasar. Perasaan
saya pada saat itu tidak menentu
karena sangat kuatir dan cemas. Saya
merasa kesakitan oleh karena operasi
yang saya jalani. Disuatu sore, pada
saat saya sendirian di kamar, saya
mulai merenung-renung dan tidak
sadar air mata mulai menetes di pipi
saya. Pada saat itu seorang perawat
masuk ke kamar saya untuk membawakan
snack. Pada saat dia meletakkan
snack itu di kamar, dia
memperhatikan sepertinya saya sedang
sedih; perawat itu masih muda. Dia
dibawah saya mungkin 5-6 tahun, dan
masih berkuliah. Kami pun mulai
bercerita, dia bertanya,”ibu kok
disini, kenapa?” Sayapun bercerita
kepadanya, “ Saya disini karena baru
dioperasi ceasar karena kena darah
tinggi, sehingga anak saya harus
dikeluarkan pada umur 33 minggu.
Kasihan dia bayi prematur dan
sekarang masih di ICU. Dia baru 7
bulan dan beratnya hanya 1600gr.
Kecil sekali!!”
Sambil bercerita tak sadar air mata
saya menetes dengan derasnya. “Anda
tahu, ini adalah anak saya yang
kedua, karena yang pertama
meninggal, kasusnya mirip-mirip juga
sehingga Dr. Wenas (sekarang
almarhum) tidak mau ambil resiko
kehilangan anak ini, dia katakan
supaya saya harus langsung dioperasi
untuk menyelamatkan ibu dan anak.”
Suster itu diam saja mendengarkan
keluhan saya setelah selesai
bercerita. Dia berkata: “Ibu jangan
sedih karena saya yakin bayi ibu
pasti akan selamat !! itu biasa
Bu!!” Saya kaget dan bertanya:
“kenapa?” Perawat itu menjawab: “Oh
ibu, disini justru ada bayi yang
lebih kecil dari bayi ibu, bayi
Jonathan itu tergolong besar.” Saya
bingung, kok besar??.
Suster itu berkata, “Ada bayi yang
jauh lebih kecil dari bayi ibu hanya
800 gram, tapi sekarang dia sudah
2600 gram, montok dan sehat. Saya
yakin bayi ibu akan baik-baik saja.”
Mendengar itu saya mulai agak
tenang. Kemudian suster itu mulai
lagi bercerita: “ibu tahu kakak saya
juga masalahnya seperti ibu, dia
juga kehilangan bayinya karena
tekanan darah tinggi. Ibu sangat
beruntung karena bayi kedua ibu
tertolong dan selamat. Kakak saya
tidak dan bahkan dia kehilangan
ketiga bayinya. Dia sampai tiga kali
hamil dan tidak ada yang selamat.”
Mendengar itu saya terdiam seribu
bahasa, tidak berkutik sama sekali
dan menyadari betapa kecilnya
masalah yang saya hadapi ini tetapi
saya sudah membesar-besarkan, kakak
suster ini sangat jauh lebih parah
dari saya.
Dalam pengalaman saya sebagai tenaga
pendidik saya belum pernah melihat
seseorang yang mau menukarkan
problemanya dengan orang lain.
Letakkanlah problema anda pada
tempatnya maka kesusahan yang anda
rasakan akan berlalu.
Jika anda melaksanakan tugas anda
dan menyerahkan kepada Tuhan dalam
doa, Tuhan akan memberikan
kesanggupan untuk bertahan dalam
kesusahan yang akan terjadi. Karena
Tuhan mengatakan semua yang berbeban
lelah letakan padaku ‘‘Lay your
burden upon me.’’
III. Don’t Wait (Jangan tunggu)
Kesabaran bukanlah sifat yang baik
jika anda duduk dan menunggu agar
masalah itu menyelesaikannya
sendiri.
Jika anda mengalami sakit gigi,
jangan hanya tinggal di kamar atau
di rumah dan mengharapkan dokter
gigi akan datang ke tempat anda.
Jika anda kehabisan stok makanan di
rumah, jangan mengharapkan seseorang
akan datang dan melengkapi seluruh
kebutuhan makanan anda di rumah.
Tetapi keluarlah dan carilah makanan
yang anda butuhkan, jangan
mengharapkan seseorang akan datang
dengan sendirinya.
Menunggu adalah menghabiskan waktu
dan kesempatan. Jika anda ingin
menyelesaikan problema anda, jangan
menunggu atau berharap seseorang
akan datang dan membantu anda.
Selesaikan problema itu sendiri.
Sekarang mengertialh bahwa anda
sendiri bertanggung jawab untuk
mengatasi problema anda. Jangan
mengharapkan orang lain akan
melakukan itu buat anda.
Lihatlah kepada Tuhan untuk
memberikanmu kesanggupan. Jika anda
berharap orang lain menolong anda.
Maka anda hanya akan kecewa, dan
lebih jelek lagi bahwa anda akan
juga menjadi gila dan sedih.
IV. Illuminate (Menerangi)
Terangilah pikiranmu. Tanyalah
pertanyaan kepada dirimu sendiri
“Apakah sudah ada orang yang
mengalami masalah atau problema
seperti ini dan bisa
menyelesaikannya?” Jika mereka dapat
menyelesaikannya, mengapa saya
tidak?
Here’s the IPDE METHOD
I : Identify the problems
(mengindentifikasi masalahnya)
P : Predict what this problem will
do to you if you don’t do anything
about it (meramalkan apa yang
masalah ini akan buat, jika anda
tidak atasi dengan segera)
D : Decide on your response from all
of the options and alternative.
(pikirkan jawaban anda dari segala
kemuningkinan dan alternatif)
E : Execute and act on the most
positive option that you can
imagine.
(melaksanakan dan ambil tindakan
yang paling positif yang dapat anda
pikirkan)
Ingat Filipi 4:3
Segala perkara dapat kutanggung
didalam Dia yang memberi kekuatan
padaku.
V. Motivate (Motivasi)
Jika anda mempertimbangkan segala
reaksi yang positif, anda akan
termotivasi kepada hal-hal yang
positif.
Setiap rintangan bisa menjadi suatu
kesempatan. Saya berbicara kepada
seseorang yang mempunyai hati yang
hancur, putus cinta (broken heart).
Seminggu kemudian setelah dia
konsultasi dengan saya, dia datang
kepada saya dan menunjukkan daftar
yang panjang yang berisi dengan
kesempatan-kesempatan yang exciting
(menyenangkan) yang dapat dia
jalankan dalam kehidupannya. Ada
beberapa yang saya cantumkan di
bawah.
1. Saya mempunyai kesempatan
berkenalan dengan pria lain
2. Saya mempunyai kesempatan untuk
pergi travel keluar negeri kapan
saja
3. Lebih memfokuskan konsentrasi
saya kepada pelajaran saya
4. Saya mempunyai lebih banyak
kesempatan lagi untuk memberikan
waktu saya untuk gereja dan untuk
diri saya.
Tidaklah mengejutkan bahwa dari
catatannya yang panjang tadi timbul
ide-ide.
Amsal
Semangat yang patah mengeringkan
tulang tapi hati yang gembira adalah
obat yang manjur.
VI. Now Dedicate (Dedikasi)
Kebanyakan orang gagal bukan karena
mereka tidak memiliki kepintaran,
kemampuan, kesempatan, atau talenta,
tetapi oleh karena mereka belum
menyerahkan atau melepaskan
problema-problema yang mereka
miliki!.
Setiap orang bisa berhasil atau
sukses jika dia menjadi antusias
menjalani kehidupan walaupun
kehidupan itu kelihatannya hampa.
Pintu-pintu akan terbuka lebar lebih
dulu untuk orang-orang yang
antusias!!!
Pada waktu kami berada di New York
City, kami makan di sebuah restoran
di Manhattan. Seorang pelayan
Meksiko menyapa kami, “good
morning.” tiga kali.
“You seem enthusiastic”, said my
husband (“Anda terlihat
bersemangat”, tanya suami saya)
“Oh yes”, he said. “I’ve got a good
job, and I’m in America. May I pour
your juice
for you? (“Tentu”, katanya. “Saya
mendapatkan pekerjaan yang bagus dan
saya ada di Amerika. Bolehkah saya
menuangkan jus untuk Anda?”)
“Yes of course”, said my husband.
(“Ya boleh”, kata suami saya)
“The weather is going to be
beautiful today”, he said (“Cuacanya
akan sangat indah hari ini”,
katanya)
“I heard they were predicting rain
today”, said my husband. (“Yang saya
dengar di prakiraan cuaca bahwa hari
ini akan hujan.”)
“Yes, but the rain will be nice. It
will make the lawns green. And the
flowers and
trees need it. Don’t they?” (“Ya,
hujan pun akan membuatnya baik. Itu
akan menghijaukan tanaman. Bunga dan
pohon juga membutuhkannya, bukan?”)
Saat ia meninggalkan kami, suami
saya berkata – itulah sebabnya dia
mendapatkan pekerjaannya. Dia sangat
bersemangat dalam hidupnya.
Dedikasikanlah diri anda ke dalam
kehidupan yang antusias dan anda
akan heran berapa banyak orang yang
akan mempekerjakan anda.
Remember “Unpredictable sources of
help come to the person who remains
positive and enthusiastic and
cheerful.”(Bantuan yang tidak
diharapkan akan datang kepada orang
yang berpikiran positif, antusias
dan gembira)
VII. Communication (Komunikasi)
Atasi masalahmu dengan mengingat
bahwa seringkali solusi berada pada
bantuan seseorang. Apakah anda
membutuhkan bantuan? Maka mintalah.
Janganlah terlalu gengsi untuk
memberitahukan pada orang lain bahwa
anda membutuhkan bantuan.
Saat saya berkuliah, saya tinggal di
asrama. Ada 6 orang dalam satu kamar
asrama saya, 2 orang Indonesia, 2
orang Filipina, 1 orang Korea dan 1
orang Jepang. Jeselyn adalah salah
satu teman kamar saya. Dia berkata:
“Hey Lina, sebentar lagi akan ada
acara banquet. Dan kau tahu, saya
belum punya pasangan. Sebenarnya
saya suka dengan salah satu temanmu
orang Indonesia.”
“Siapa?” tanyaku. “Parly S, saya
sangat berharap dia menjadi pasangan
saya di acara banquet nanti.”
Sore harinya, saat saya hendak ke
kelas Genetika, saya bertemu dengan
Parly. Dan saya bertanya padanya,
“Apakah kau sudah punya pasangan
untuk acara banquet?” dia menjawab,
“Belum”.
Apakah kau berencana untuk mengajak
seseorang, belum?
“Kau kenal dengan Jeselyn, teman
sekamarku? Dia cantik bukan?”, “Ya
dia memang cantik”, jawab Parly.
Mengapa kau tidak mengundangnya
untuk menjadi pasanganmu, “Ah, dia
pasti sudah memiliki pasangan,” kata
Parly. “Belum. Dia belum punya
pasangan. Ajaklah dia.”
Dan Parly pun mengajak Jeselyn.
Bagikan mimpi, harapan, masalah, dan
kebutuhan anda dengan orang lain.
Anda akan terheran-heran mengenai
bagaimana pertolongan akan datang
dan masalah anda teratasi.
(Berpikirlah positif maka anda akan
dapat menyelesaikan masalah anda.
Anda dapat mengatasinya dengan
menjalankan ketujuh prinsip yang
sudah saya bagikan tadi. Tapi
semuanya ini tidak akan berjalan
dengan efektif kecuali anda memiliki
pemikiran yang positif tentang hidup
anda dan diri anda.)
Ada sebuah illustrasi yang singkat
mengenai Wanita. Saya ingin
membagikan kepada seluruh
teman-teman yang membaca tulisan ini
dan supaya dapat menyadari siapakah
kita (wanita) sebenarnya? Bacalah
illustrasi singkat di bawah ini.
WANITA
Saat TUHAN menciptakan wanita, Dia
bekerja keras pada hari keenam.
Seorang malaikat datang dan bertanya
pada-Nya, “Mengapa Engkau bekerja
terlalu lama pada ciptaan ini?”
TUHAN menjawab, “Apakah kau belum
melihat semua hal yang harus Saya
lakukan untuk membentuknya ?"
“Dia harus dapat dibersihkan, tapi
bukan terbuat dari plastik, memiliki
200 bagian alat gerak yang bekerja
saling bergantian, dan dia harus
bisa memproses semua jenis makanan,
dia harus dapat menghadapi beberapa
anak kecil pada saat yang bersamaan,
memberikan pelukan yang dapat
menyembuhkan segala hal, dari lutut
yang terluka hingga patah hati dan
dia harus melakukan semua ini hanya
dengan dua tangan.”
Malaikat itu pun bertanya, “Hanya
dengan dua tangan?. Mustahil!”
Dan inikah model yang standar?!.
Sepertinya sudah terlalu banyak
pekerjaan untuk hari ini,
selesaikanlah dia esok hari.”
“Oh, tidak”, kata TUHAN. “Saya sudah
mau menyelesaikan ciptaan ini, dan
ia akan menjadi ciptaan
kesayangan-Ku”.
“Dia dapat menyembuhkan dirinya
sendiri dan dia dapat bekerja 18 jam
dalam sehari”.
Malaikat itu datang mendekat dan
menyentuh wanita itu.
“Tapi Engkau menciptakan dia terlalu
lembut, TUHAN”
“Dia memang lembut", kata TUHAN,
“Tapi Aku juga membuat dia kuat. Kau
tidak dapat membayangkan apa yang
dia dapat lakukan.“
“Apakah ia dapat berpikir?" tanya
malaikat.
TUHAN menjawab:
“Dia bukan hanya dapat berpikir,
tapi juga dapat memberikan alasan
dan bernegosiasi."
Malaikat menyentuh pipi wanita
itu....
“TUHAN, sepertinya ada bagian
darinya yang bocor! Kau pasti telah
memberi beban terlalu banyak
padanya.”
“Itu bukan bocor. Itu adalah air
mata”, TUHAN mengoreksi malaikat
itu.
“Untuk apa itu?" tanya malaikat.
Jawab TUHAN:
“Air mata adalah cara dia untuk
menunjukkan dukanya, keraguannya,
cintanya, kesepiannya,
penderitaannya dan harga dirinya.”
Ini membuat malaikat sangat kagum;
“TUHAN, kau jenius! Kau memikirkan
segalanya. Wanita memang benar-benar
menakjubkan!"
Dan memang wanita menakjubkan!
Wanita mempunyai kekuatan yang
mengherankan pria. Dia dapat
mengatasi masalah dan beban yang
berat.
Dia mempertahankan kebahagiaan,
cinta dan pendapat.
Dia tersenyum di saat hatinya ingin
berteriak.
Dia bernyanyi saat hatinya ingin
menangis, menangis saat dia bahagia
dan tertawa saat dia takut.
Dia mempertahankan kepercayaannya.
Dia berdiri untuk keadilan.
Dia tidak memberikan jawaban “tidak”
jika ia masih dapat melihat solusi
yang terbaik. Dia memberikan dirinya
demi kelangsungan hidup keluarganya.
Dia rela mengantar temannya ke
dokter jika ia tak dapat
membantunya.
Cintanya tidak mengenal kondisi.
Dia menangis saat anak-anaknya
menjadi pemenang. Dia bahagia saat
temannya bahagia.
Dia bersukacita saat mendengar
berita kelahiran dan pernikahan
Hatinya hancur saat temannya
meninggal.
Tapi dia memiliki kekuatan untuk
tetap melanjutkan dan bertahan
hidup.
Dia mengetahui bahwa ciuman dan
pelukan dapat menyembuhkan luka.
Hanya ada satu kekurangan dari
dirinya.
Dia lupa bahwa ia sangat berarti.