Ruang::
Showcase PUISI
-Bukan Seperti Yang Kumau-
Oleh: Renata - Jakarta, Indonesia
Anggota Forum WOL
Dalam
kehidupan ini, kadangkala kata-kata
yang lugas dan sederhana tidaklah
cukup untuk mewakili perasaan yang
ingin kita ungkapkan. Kadangkala,
bathin kita menuntut adanya suatu
cara yang dapat menyajikan, ungkapan
hati kita dengan nuansa yang kaya
untuk merangkul semua ide-ide yang
berteriak untuk kita sampaikan.
Demikianlah perasaan Renata, Ibu
dari seorang putra ini; mengapa
memilih puisi sebagai karya seninya.
Kepekaan dan kejeliannya terhadap
hubungan antar manusia, kecintaannya
pada keluarga memelukan suatu seni
pengungkapan tersendiri yang ia
temukan saat menggoreskan penanya
menjadi sebuah puisi. Puisi yang
menyentuh jiwa kita dan mengingatkan
kita akan tujuan hidup kita sebagai
manusia.
Pada kesempatan ini,
WanitaOnline mengajak rekan-rekan
WOL untuk menikmati puisi karya
Renata berikut ini sebagai bahan
renungan.
Keriuhan itu datang lagi
Sepertinya lebih ramai dari yang
terdahulu
Kali ini mereka membawa anak-anaknya
Anak-anak yang terlihat sangat
bahagia
Ada yang bersandar di lengan ibunya
Ada yang tertidur di gendongan
ayahnya
Beberapa sedang asyik bermain game
elektronik
Berapa harganya , dan apakah akan
pernah kumainkan ,
tak mau aku memikirkannya
Acara pun segera dimulai
MC dengan berbagai cara , berusaha
menceriakan kami
Kuakui, dia berhasil
Ya, aku memang tertawa saat itu
Kini saat makan-makan tiba
Sudah itu pasti acara pembagian
bingkisan
Aku hapal semua ritual ini
Tak ada yang salah , kalian semua
orang-orang baik
Masih peduli dengan kehadiran kami
Aku dan teman-temanku pun senang
saat itu
Sekarang saatnya mengucapkan kata
berpisah
Keluarga-keluarga bahagia itu akan
pergi
Wajah-wajah yang tak akan pernah
kulihat lagi
Tapi tunggu.....
Ada yang ingin kukatakan pada kalian
Terimakasih untuk semua yang kalian
berikan hari ini
Satu hal yang masih ingin ku pinta
Bukan tambahan hadiah, bukan pula
kue pencuci mulut
Satu hal yang sangat berarti bagiku
Ijinkanlah aku untuk memanggilmu Ibu
Ijinkan aku memanggilmu Bapak
Walau hanya untuk hari ini
Hanya hari ini
(sesungguhnya seorang anak lebih
membutuhkan kehadiranmu
lebih dari segala curahan harta yang
dapat kau berikan padanya ….)
Sumber informasi:
Photography -Twin-; private
collection of Renata
Tips4moms; retrieved Agustus 6,
2008, from
http://www.tips4moms.multiply.com