Thia Mengikuti Pemilihan Abang None (ABNON)

Cilik Jakarta 2008
Thia - putri dari Shinta Handini,
Sahabat WOL di Multiply-Jakarta, Indonesi
a



Adik kita Muthia Fadhila Khairunnisa yang dipanggil Thia ini merupakan anak pertama dari pasangan Shinta Handini dan Faizal Adiputra. Thia yang berusia 7 tahun, rupanya memiliki keberanian untuk tampil di depan publik, terbukti dengan keikutsertaan Thia dalam kontes Pemilihan ABNON Cilik Jakarta 2008. Tentunya, terbentuknya mental yang baik ini tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya khususnya Shinta, ibunda tercinta. Melalui kegiatan-kegiatan dan pengarahan yang baik dari orang tuanya, Thia mengerti bahwa kemenangan yang sebenarnya adalah jika kita telah bekerja keras dan melakukan yang terbaik.

 

WOL mengucapkan selamat atas prestasi yang telah dicapai oleh Thia dan tante-tante WOL juga turut merasa bangga dan senang bahwa Thia telah mampu untuk berprestasi di usia yang muda. Rekan-rekan WOL, inilah proses pemilihan ABNON 2008 yang diikuti oleh Thia.

Tahun 2008 ini, Thia telah berhasil memasuki babak final lomba ABNON Cilik, dan ini merupakan suatu prestasi, mengingat banyaknya peserta yang mengikuti lomba. Dengan senyumnya yang cerah seusai lomba, Thia mengingatkan kita sebagai orang tua, kebahagiaan anak adalah segalanya—senyum mewakili seribu kata.

Rekan-rekan WOL, berikut ini adalah proses pemilihan ABNON Cilik tersebut:

Minggu, 15 Januari 2008, bertempat di Pasar Seni - Ancol, diselenggarakan Acara Final Lomba Abang None Jakarta Cilik 2008.

Karena Thia menjadi salah seorang dari 6 besar Finalis pada babak Penyisihan sebelumnya, maka Thia berhak mengikuti Acara Final tersebut.

Acara Final dimulai pukul 2 siang, dengan peserta berjumlah 36 orang, yg terbagi dalam 3 kategori. yaitu:
Kategori A: umur 5 - 8 thn --> 6 pasang peserta
Kategori B: umur 9 - 12 thn --> 6 pasang peserta
Kategori C: umur 13 - 16 thn --> 6 pasang peserta

Sebelum acara dimulai, setiap peserta mengambil nomor untuk menentukan urutan tampilnya. Thia mendapatkan No 2 None utk Kategori A. Jadi Thia akan tampil pada urutan ke-2 di atas panggung.

Saatnya tampil bagi para peserta kelompok A.
Dimulai dengan Abang No 1... kemudian None No 1.
Setelah itu, yang tampil adalah Abang No 2.
Naaaahhh.... untuk selanjutnya, giliran Thia sebagai peserta None No 2.

Saat tampil, dengan penuh percaya diri Thia menuju ke arah panggung dan melakukan Sembah None. Sembah None adalah penghormatan None dengan cara menangkupkan kedua tangan di atas dada seraya menekukkan lutut sedikit.




Setelah itu, Thia melakukan Jalan None, yaitu jalan sambil memegangi tepi selendang menuju ke kanan panggung, berbalik ke kiri panggung, kemudian ke tengah panggung, dan memutar di tengah panggung.



Selanjutnya, Thia harus melakukan cara memakai selendang ke kepalanya menjadi kerudung sesuai dengan aturan, yaitu mengangkat selendang dengan arah dari kiri ke kanan. Sementara itu, kepala bergerak dari kanan ke kiri. Hasilnya, ketika dipakai selendangnya akan menjadi panjang disebelah kanan.

Setelah itu selendang dipuntir ke arah dalam. Setelah cukup, bagian kanan selendang disampirkan ke bahu sebelah kiri sambil diselipkan ke dalam kerah kebaya panjang.



Setelah selendang terpasang menjadi kerudung di kepala, Thia melakukanSembah None kembali. Pertama Sembah None ke depan, kemudian melenggang serong ke kanan dan melakukan Sembah None. Terakhir melenggang serong ke kiri dan melakukan sembah None kembali.



Thia kemudian berjalan Lenggang None menuju ke arah mikropon untuk melakukan sesi tanya-jawab menggunakan bahasa Betawi.
Sebelum sesi tanya-jawab, Thia mengucapkan salam dan memperkenalkan diri terlebih dahulu, juga dalam bahasa Betawi.

Sesi tanya-jawab untuk peserta Kategori A yg berumur 5-8 thn mengutamakan spontanitas si anak dalam barcakap-cakap dalam bahasa Betawi. Sedangkan untuk Kategori B yg berumur 9-12 thn, dan Kategori C yg berumur 13-16 thn, sesi tanya-jawabnya meliputi pengetahuan tentang Jakarta beserta kebudayaannya.



Selesai sesi tanya-jawab dan mengucapkan salam, Thia berjalan Lenggang None turun dari panggung.



Hhhhh... Selesailah tugas Thia...
Seperti biasa.... ketika tampil, Thia nya mah tenang ajaaa...

Emaknya nih yang deg-degan...
 

Setelah Kategori A selesai... Dilanjutkan dengan peserta dari Kategori B dan Kategori C untuk tampil. Selama perlombaan berlangsung, ada dua kali break untuk melaksanakan sholat Ashar dan sholat Maghrib.

Perlombaan selesai sekitar pukul 18.30.
Setelah itu, Dewan Juri yang berjumlah 5 orang melakukan rapat untuk menentukan pemenangnya.
Dewan Juri berasal dari LKB (Lembaga Kebudayaan Betawi), Dinas Pariwisata dan dari DIKNAS (Pendidikan Nasional).

Wuiiih... rasanya deg-deg plas menunggu hasilnya.
Tetapi, seandainya tidak menang pun, perjuangan Thia sudah sangat baik sekali. Apalagi mengingat dadakan sekali untuk persiapan lombanya.

Selain itu... tanggal 9-12 Juni Thia juga harus menghadapi EHB (Evaluasi Hasil Belajar) di sekolahnya, di SD Islam At-Taqwa Rawamangun.

Mengenai persiapannya...Bayangin aja...
Lomba hari Kamis, hari Senin pas ke tukang jahit, ternyata baju Kebaya Thia belum diapa-apain. Digunting aja belum... apalagi dijahit....

Padahal udah seminggu sebelumnya bahannya masuk ke tukang jahit.
Panik bener deeehh...

Akhirnya mau gak mau... maksa tuh tukang jahit untuk ngejahit baju Thia dalam sehari. Pokoknya, besok... mesti, kudu, wajib harus jadi!
Udah gitu, selopnya juga baru jadi hari selasa-nya.

Hari selasa sore, kebayanya jadi.
Karena aku harus wara-wiri kesana-kemari, aku pergi ngambil kebaya di tukang jahit gak bawa Thia. Kupikir, biarlah Thia istirahat di rumah, fitting kebayanya di rumah aja...
Tetapi... setelah dicoba di rumah... ternyata pinggang dan pinggulnya kesempitan.

Halah... mau balik lagi udah kesorean. Alhasil Rabu-nya aku balik lagi ke tukang jahit untuk minta dibesarkan. Untungnya bisa ditunggu.

Urusan kebaya, selop, kain dan selendang akhirnya selesai...

Tinggal urusan melatinya.

Ronce melati yang menghiasi konde cepol di kepala Thia haruslah melati asli. Aku harus ke tukang kembang di Pasar Jatinegara untuk membeli ronce melati itu. Hari Rabu itu udah mepet banget waktunya untuk ke Pasar Jatinegara. Gak akan sempaat...

Selain harus ke tukang jahit membesarkan ukuran kebaya, Thia juga ada les balet sore harinya. Itu anak emang keukeuh bangeeett..

Disuruh libur les-nya dia gak mau, karena Kamisnya dia juga harus bolos les balet untuk mengikuti Babak Penyisihan Lomba ABNON Jakarta Cilik 2008.
Yaaa... urusan melati jadinya harus dikerjakan Kamis pagi sebelum Lomba siang harinya.

Oyaaa.... Thia baru semalem aja lhooo belajar untuk tampil diatas panggung Lomba ABNON itu. Dadakan banget dah pokoknya....

Kamis yang sibuk...
Pagi-pagi setelah Thia-Ariq sekolah, dan suamiku pergi ke kantor, aku mempersiapkan segala keperluan utk Lomba Thia siang harinya.

Pagi ini aku harus membeli ronce melatinya.
Sambil menunggu supirku datang, aku kembali mengecek segala keperluan untuk Lomba nanti.

Singkat cerita, dengan bantuan dari mas Hendra dan mbak Yani, aku bisa mendapatkan ronce melati untuk konde cepol Thia.
Mas Hendra dan mbak Yani adalah orangtua dari Raihan, temen sekelasnya Thia.

Mereka sudah seperti keluarga bagiku.

Mereka sekeluarga menemaniku saat Babak Penyisihan dan Final Lomba ABNON Jakarta Cilik 2008 sampai selesai. Trima kasih yaaaa...

Kembali ke Lomba...
Tibalah saat Pengumuman Pemenang.
Setelah diumumkan, ternyata Thia tidak mendapatkan Juara.

Yaaa... tidak apa-apa ya nak...
Ini semua adalah kehendak Allah SWT. Bagi mama, kamu tetaplah Juara... Thia adalah anak mama yang pinter, lincah dan berani...

Setiap Perlombaan, pasti ada yang menang dan ada yg kalah.
Segala sesuatu tidak hanya melulu dilihat hasil akhirnya...
Yang penting adalah proses perjuangan dalam mencapai hasil akhir...
Mama bangga sekali padamu nak...
Sampai kapan pun mama akan selalu bangga padamu...

*Sumber informasi:
 

Shinta Handini; Dunia Shinta Handini: My Family My Inspiration; Retrieved August 6, 2008, from http://shandini.multiply.com/

 

** Kami pengurus WOL sangat berterima kasih pada Shinta yang bersedia untuk berbagi tulisan nya kepada sahabat sahabat di WOL ini.