KEMERDEKAAN DALAM REALITA HAK PEREMPUAN INDONESIA

Oleh: Ria Jumriati - Jakarta, Indonesia

Pengurus & Duta WanitaOnline Society di Jakarta


Ada beberapa kalangan yang memberi julukan pada bulan Agustus sebagai bulan yang sakral. Penuh makna perjuangan karena pada bulan ini, bangsa Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan selama beratus tahun lamanya. Dan tak hanya negara Indonesia, ternyata ada beberapa negara di dunia yang juga merayakan hari kemerdekaannya di bulan Agustus, seperti Pakistan pada tanggal 14 Agustus dan India pada tanggal 15 Agustus.

Selama 63 Tahun bangsa Indonesia mengenyam kemerdekaan, esensi dari kata merdeka itu tidak sekedar terlepas dari belenggu penjajah. Merdeka tentu memiliki arti yang spesifik dengan implementasi yang sangat berkaitan dengan hak-hak hidup dan bersuara bagi setiap anak manusia dibumi manapun. Khususnya bagi Perempuan Indonesia dalam menjejakkan hak dan keinginannya untuk menentukan hidup sebagai manusia merdeka tanpa bayangan belenggu adat, keterbatasan gender serta hal-hal lain yang selalu dikaitkan dengan kodrat perempuan sebagai mahluk yang lemah.

Karena merdeka tak sekedar mengibarkan bendera dan merayakan momen bersejarah lewat acara penuh suka cita disetiap tanggal merah 17 Agustus. Tapi lebih penting dari semua itu, khususnya bagi Perempuan Indonesia, momen kemerdekaan ini adalah peringatan bagi kita untuk semakin berani menyuarakan hak-hak kita sebagai manusia, tanpa sedikitpun mengenyampingkan kewajiban sebagai pendamping hidup pria, Ibu dari anak-anak kita serta kodrat sebagai anak yang selalu patuh pada nasehat orang tua. Untuk itulah kita perlu menyadari keberadaan kita sebagai perempuan, bahwa kita harus mendapat perlakuan yang sama dengan siapapun, hak yang tak beda disegala bidang dan yang lebih penting adalah menyadari bahwa kita bisa berbuat lebih banyak untuk mengisi kemerdekaan ini tanpa takut tersandung oleh cemooh kodrat dan bertekad kuat untuk berani menyuarakan dan mencatatkan nama kita—Perempuan Indonesia—sebanyak mungkin di ruang publik Indonesia bahkan dunia.


Karena suara perlu didengar, karena hak perlu diperjuangkan, karena persamaan hak telah diisyaratkan Tuhan lewat penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam. Ada dibawah kepalanya bukan untuk diperintah, jauh dari kakinya bukan untuk diinjak, tapi dekat dengan hatinya untuk dilindungi, disayangi dan dihargai sebagai bagian paling istimewa dari kehidupan seorang pria.

Untuk semua perempuan Indonesia dimanapun berada, mari kita rayakan Kemerdekaan Bangsa Indonesia ini dengan saling bahu membahu untuk lebih berani menyuarakan hak–hak kita sebagai perempuan dan manusia seutuhnya.

MERDEKA !!
 

Tentang Penulis: Ria Jumriati,

Selain pengurus WanitaOnline Society Ria juga adalah penulis novel, cerpen, puisi di Indonesia yang sangat menjunjung tinggi persamaan gender yang karya karya sudah di terbitkan. Info lengkap tentang Ria bisa di check di sini...>>>