MENGAPA KITA MERAYAKAN ‘FRIENDSHIP DAY’
ATAU ‘HARI PERSAHABATAN’? Ringkasan Q&A Friendship Day
Oleh Christy Washington—California, USA dan Ani J-S—Virginia, USA
Bulan Agustus merupakan hari penting bagi
umat manusia di bumi ini khususnya bagi WanitaOnline Society. Karena
pada bulan Agustus kita merayakan ‘Friendship Day’ atau ‘Hari
Persahabatan’. ‘Friendship Day’ ini dirayakan di dua negara yaitu
Amerika Serikat yang diselenggarakan pada hari Minggu pertama di bulan
Agustus, dan di India dirayakan pada hari Minggu ketiga di bulan Agustus.
Pada ‘Friendship Day’ inilah kita berkesempatan untuk menyatakan terima
kasih dengan kehangatan yang tulus kepada teman-teman yang kita miliki
atas dukungan dan kepedulian mereka yang tanpa pamrih.
Persahabatan adalah bagian penting dalam hidup kita, ibarat air—sahabat
dapat menghilangkan dahaga mental dan mengobati keringnya jiwa kita.
Persahabatan ibarat mata air di gurun pasir—yang mengajarkan kepada kita
arti cinta yang tulus antar manusia tanpa pandang bulu. Cinta yang
memberi kekuatan kepada kita untuk bertahan, berjuang dan berbagi kepada
yang membutuhkan.
Pentingnya peran sahabat dalam hidup kita itu juga rupanya yang membuat
banyak rekan-rekan WOL tertarik untuk berpartisipasi dalam pengisian
angket Friendship Day yang dapat rekan-rekan ketahui berikut ini.
Apakah sahabat itu?
Sahabat adalah orang terdekat dalam hidup kita yang bisa diajak berbagi
suka duka, tempat mencurahkan hati tentang apapun tanpa takut merasa
dihakimi dan disebarluaskan, yang mengerti dan memahami kelebihan
kekurangan kita, yang menerima kita apa adanya, menegur kita bila kita
berbuat salah dan yang bisa dipercaya, jujur dan terbuka.
Dimana bertemu dengan sahabat? Bagaimana awalnya hingga
akhirnya menjadi dekat dan persahabatan bisa terjalin?
Tempat bertemu dengan para sahabat mereka pertama kalinya lebih banyak
dimulai saat sekolah namun ada juga sahabat yang bertemu ditempat ibadah,
saat berkunjung ke rumah keluarga maupun saat melakukan kegiatan dari
hobbi yang diminati. Persahabatan bisa terjalin karena sebagian besar
memiliki minat yang sama, prinsip hidup dan latar belakang kehidupan
yang sama yang menyebabkan mereka menjadi dekat dan akhirnya pertemanan
berlanjut menjadi persahabatan. Persahabatan bisa juga terjadi seperti
cinta pertama, karena adanya rasa kecocokan saat bertemu pertama kali
dan berlanjut dengan melakukan kegiatan-kegiatan bersama yang semakin
mempererat pertemanan menjadi persahabatan.
Apakah mungkin memiliki sahabat lebih dari satu orang? Kenapa?
Sebagian besar rekan-rekan WOL berpendapat bahwa memiliki lebih dari
satu sahabat merupakan suatu keasyikan tersendiri karena dengan adanya
sahabat yang memiliki kepribadian dan minat yang berbeda, persahabatan
akan lebih menarik. Setiap sahabat akan mengisi ruang tersendiri dihati
mereka. Yang cukup menarik, rekan-rekan WOL juga mengatakan bahwa suami
mereka adalah sahabat sejati dalam kehidupan mereka karena rupanya juga
sang suami dapat menggantikan peran sahabat dalam hidup mereka.
Disamping itu juga, ada rekan-rekan WOL yang menjadikan saudara kandung
sebagai sahabat mereka; rupanya hubungan keluarga membuat mereka dapat
saling terbuka dan percaya.
Kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan dengan sahabat (sahabat-sahabat)?
Kegiatan yang dilakukan bersama tentunya berkaitan dengan faktor yang
menjadi dasar kedekatan mereka dan yang sangat dinikmati, yaitu
kumpul-kumpul, reuni, arisan, pikinik atau hanya sekedar sms dan saling
menelopon satu sama lain. Tentunya kegiatan yang paling dekat dihati
adalah memasak dimana beberapa rekan-rekan melakukannya dengan cara yang
cukup menarik yaitu melalui tukar-menukar makanan, Potluck, saling
bergantian atau bergiliran berkunjung kerumah masing-masing untuk
menikmati masakan satu sama lainnya. Bahkan serkingkali, rekan-rekan WOL
juga melibatkan anggota keluarga—anak-anak dan suami untuk ikut dengan
kegiatan mereka seperti piknik bersama anak dan keluarga, atau 'kencan'
rombongan dengan para suami mereka pas malam minggu yang dilakukan
secara rutin—seminggu atau sebulan sekali. Adapula rekan-rekan yang
melakukan kegiatan kegemaran bersama seperti mendengarkan musik, pergi
ke bioskop, shopping dan Jalan-Jalan Sore (JJS), maupun pergi ke klub
olahraga. Ada juga beberapa rekan WOL yang merasakan keasyikan
kebersamaan mereka dengan menyantuni anak-anak panti asuhan secara rutin.
Apakah anda mempunyai sahabat sejak kecil? Apakah anda masih
berhubungan?
Sebagian besar rekan-rekan WOL masih menjalin persahabatan dengan
teman-teman mereka saat bersekolah di SD dan sekolah lanjutan lainnya.
Namun ada juga rekan-rekan WOL yang kehilangan sahabat-sahabat sejak
kecil karena berbagai alasan antara lain kesibukan masing-masing, sering
berpindah tempat tinggal, menikah dan melakukan kegiatan yang berbeda
maupun telah menemukan sahabat baru yang lebih cocok saat mereka
bertumbuh dewasa.
Apakah anda punya sahabat yang tinggalnya jauh? Bagaimana cara anda
berkomunikasi? Dan bagaimana cara anda mempertahankan persahabatan anda?
Cukup banyak rekan-rekan WOL yang tetap menjalin persahabatan walaupun
walaupun mereka tinggal sangat berjauhan satu dengan lainnya. Komunikasi
yang tidak pernah putus rupanya menjadi kuncinya. Kemajuan teknologi
komunikasi yang cukup kreatif dengan biaya terjangkau ini rupanya
memungkinkan rekan-rekan WOL dapat sering berkomunikasi dengan
sahabat-sahabat mereka baik melalui telepon—langsung maupun SMS,
internet—chatting, email maupun blogging. Dengan seringnya berkomunikasi
tentu saja ikatan persahabatan akan tetap terjalin apalagi jika para
sahabat tetap berupaya untuk saling bertemu, dimana acara pulang kampung
ke Indonesia maupun kunjungan ke negara lain menemui sahabat mereka akan
selalu menjadi saat yang sangat ditunggu-tunggu.
Apa yang anda lakukan ketika terjadi kesalahpahaman dengan sahabat
anda?
Introspeksi diri dan keterusterangan walaupun menyadari pesan yang
disampaikan akan menyakitkan. Menyadari bahwa sangatlah penting untuk
menempatkan persahabatan diatas segalanya, saling terbuka dan saling
menegur, saling percaya, jujur, cepat saling memaafkan dan tidak
mengungkit permasalahan yang telah diselesaikan adalah cara efektik
untuk mempertahankan persabahabatan. Demikian juga dengan mengutarakan
unek-unek secepatnya dan tidak memendam kemarahan atau kekecewaan adalah
cara terbaik untuk dapat menyelesaikan permasalahan pada tempatnya.
Kepercayaan merupakan kunci dari persahabatan yang tidak memudahkan
suatu persahabatan itu renggang maupun putus. Kemampuan untuk
mentertawakan kesalahan yang telah dilakukan merupakan cara sehat untuk
saling mengingatkan kekonyolan yang telah dilakukan untuk tidak
mengulang kesalahan yang sama. Salah satu sahabat WOL memiliki motto
yang menarik untuk disimak yaitu “Sahabat memukul karena mengasihi, tapi
musuh mencium dengan niat jahat” (Teh Willa).
Berbagai jawaban yang telah diberikan
rekan-rekan WOL tersebut dapat disimpulkan melalui peribahasa berikut
ini:
“A friend is someone who helps you up when you're down, if they can't,
they lay beside you and listen.”
"A real friend is one who walks in when the rest of the world walks
out."
"Everyone hears what you say. Friends listen to what you say. Best
friends listen to what you don't say."