BERENANG DI PINGGIR
SAWAH ALA TEMBI
RUMAH BUDAYA
Oleh Renata -
Jakarta, Indonesia
Anggota WOL - MP
Jalan-
jalan ke Yogyakarta
selalu identik
dengan Malioboro,
Kraton , serta Taman
Sari nya yang
legendaris. Namun
kali ini ingin
rasanya mencari
suasana lain yang
lebih bernuansa
pedesaan . Tertarik
akan salah satu
situs Desa Wisata
yang tak sengaja
kubuka , maka
kesanalah kami
sekeluarga besar
memutuskan untuk
berlibur.Desa Wisata
Tembi namanya ,
terletak di Desa
Timbulharjo,
Kecamatan Sewon,
sekitar 4 kilometer
ke arah timur laut
Kota Bantul.
Bantul sesungguhnya
adalah sebuah
kabupaten di
Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta
yang berbatasan
dengan Kota
Yogyakarta dan
Kabupaten Sleman di
utara, Kabupaten
Gunung Kidul di
timur, Samudra
Hindia di selatan,
serta Kabupaten
Kulon Progo di barat.
Obyek wisata Pantai
Parangtritis juga
terdapat di wilayah
kabupaten ini.
Lama perjalanan dari
Bandara Adisucipto
menuju Bantul
sekitar 30 menit
berkendara .
Setibanya di sana
kami agak
kebingungan karena
ternyata banyak
terdapat Desa Wisata
di daerah tersebut .Setelah
bertanya sana sini
barulah kami temukan
bahwa penginapan
yang dimaksud adalah
Tembi Rumah Budaya.

Begitu masuk kami
disambut oleh
suasana asri dan
hawa yang sejuk
serta bentuk rumah
penginapan yang
berbentuk rumah kayu
lama gaya limasan
yang konon
didatangkan langsung
dari beberapa desa
di jawa .Belum lagi
pemandangan sawah
organik di belakang
penginapan. Uniknya
lagi kamar mandinya
tak beratap , benar
-benar membuat kami
merasa menjadi orang
desa sesungguhnya
J.


Soal makan dan minum
tak perlu kuatir
karena biaya
penginapan sudah
termasuk makan
pagi , siang , dan
malam. Juga kue-kue
tradisional yang
disuguhkan kepada
para tetamu saat
pertama kali tiba di
penginapan.
Sempat juga
mencicipi Wedang
Uwuh yang terdiri
dari racikan
jahe,secang,cengkeh,kayu
manis,sereh ,dan
gula batu.Bila
diseduh akan membuat
air seduhannya
berubah warna
menjadi
merah.Rasanya manis
, hangat, ada rasa
sepat dan sedikit
pedas .
Terdapat juga kolam
renang yang terletak
persis di samping
area persawahan ,
dan kebetulan saat
itu banyak petani
yang sedang menuai
padinya. Sungguh
pengalaman unik yang
tak bisa didapatkan
bila berenang di
kota besar bukan.


Di bagian depan
dekat lobi terdapat
juga aula yang biasa
dipergunakan untuk
acara pernikahan
penduduk setempat .
Di penginapan tidak
disediakan televisi
dan penyejuk ruangan
karena udara sudah
sejuk alami . Juga
terdapat banyak
kolam ikan di setiap
teras rumah. Bila
ingin berjalan -jalan
di dekat sini juga
ada Pasar Seni
Gabusan yang
sayangnya karena
keterbatasan waktu
ti dak sempat kami
kunjungi.

_________________
Penulis :
Renata adalah
anggota WOL yang
tinggal di Jakarta,
Indonesia, dan ibu rumah
tangga dari seorang
anak, yang
mempunyai hoby
bertravel dan juga
menulis. Banyak
tip-tip untuk para
ibu yang sangat
menarik yang kita
bisa temukan didalam
blognya Renata yaitu:
http://tips4moms.multiply.com
Ucapan
terima
kasih:
Kami
Tim
Newsletter
sangat
berterima
kasih
pada
Renata yang bersedia
un
tuk
berbagi
artikel yang menarik
ini.
Di
tungguh
karya-karya
yang berikutnya...
Semua
foto dalam artikel ini adalah milik
& copyright © Renata; Photography
2010