Mami dan emansipasi

Oleh Riche Fattrissia - Jakarta

Anggota WOL - MP

Sesuai prediksi, pada tanggal 21 April yang lalu, kita banyak melihat postingan tentang Kartini di Multiply. Sebagian besar Facebooker pun tidak mau kalah dengan meng-update status dengan ucapan "Selamat Hari Kartini".

Sepanjang perjalanan ke kantor, saya beberapa kali melihat anak-anak kecil berkebaya dan berpakaian daerah. Memang perayaan hari Kartini banyak diperingati dengan berpakaian adat daerah, namun saya jadi berpikir, apa ada relasinya antara pakaian adat dengan R.A Kartini?. Terlepas dari itu, kita berbaik sangka saja bahwa hari tersebut adalah momentum yang tepat untuk berpakaian adat (kapan lagi coba?). Anggap saja hal ini merupakan wujud penghormatan terhadap perjuangan kaum perempuan, atau bisa juga sebagai simbol persamaan gender, atau wujud emansipasi wanita.

Pegawai kantoran pun tidak mau ketinggalan. Pada hari itu banyak yang berbatik ria (mungkin ribet kalau harus memakai kebaya + konde), termasuk "Mami" dong... (atau "saya" dalam tulisan ini)

Well..  Sekarang berbicara mengenai emansipasi. Bagi saya, emansipasi adalah perjuangan saya sebagai perempuan untuk menjadi apapun yang saya inginkan.

Bebas... menjadi diri sendiri, tentunya sepanjang itu tidak mengganggu kebebasan orang lain disekitar saya.

Bebas... memilih menjadi wanita karir, tentunya tanpa melupakan kewajiban sebagai istri dan ibu.

Bebas... belanja apa saja, tentunya tanpa melupakan prioritas yang sudah disepakati dalam keluarga.

Bebas... memilih cara berpakaian, tentunya dengan memperhatikan adab dan norma-norma kepantasan.

Bebas... berdandan, tentunya tanpa berlebihan dan pada kesempatan yang tepat.

Dan, tidak lupa dengan perjuangan untuk mempunyai hak yang sama dalam menentukan arah dan tujuan rumah tangga.

Semoga saya dan kaum perempuan lainnya bisa menjadi "wanita sejati"  yang selalu berusaha seimbang dalam setiap langkah kehidupannya, menjadi istri yang solehah bagi suami tercinta, menjadi ibu yang bijak dan bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak tersayang, menjadi anak perempuan yang selalu menghormati orang tua, serta menjadi wanita karir yang sukses. Intinya, menjadi wanita yang berguna bagi orang disekelilingnya. Dan jangan lupa... untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Selamat Hari Kartini untuk perempuan-perempuan masa kini!

*Tentang Penulis;

Riche Fattrissia adalah anggota WOL yang bermukim di  Jakarta, Indonesia. Ibu dari Aurellia Khansa (15 bln) yang menikah dengan  Firman Rismara, Riche yang sarjana ekonomi  ini juga sebagai wanita karir  IS Consultant yang bekerja di sebuah balai lelang swasta di Jakarta sebagai Marketing Manager.

Kami Tim Newsletter sangat berterima kasih pada Riche  yang bersedia untuk menulis artikel yang sangat menarik ini dan Sitha Puspita membantu dalam editing.

sumber: http://keluargakecilkhansa.multiply.com